Lapakgaming Battle Arena Gagas 'Beyond the Battle': Game Lokal Siap Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kreatif Indonesia!

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Lapakgaming, platform dan aplikasi daring terkemuka untuk top up mata uang gim, bersiap menggelar ajang akbar Lapakgaming Battle Arena Series 3 bertajuk “Beyond the Battle”. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Januari 2026 di Piazza Gandaria City, Jakarta Selatan, ini bukan sekadar turnamen e-sport biasa. Namun, Lapakgaming secara ambisius memposisikannya sebagai wadah utama untuk memamerkan potensi tak terbatas industri game lokal sekaligus mendorong ekosistem gaming Indonesia yang berkelanjutan. CEO Gaming BUKA Group, Prasetya Setyawan, menegaskan komitmen mereka. “Melalui Lapakgaming Battle Arena Series 3, kami berharap dapat terus mendorong lahirnya talenta dan karya baru untuk industri gaming di Indonesia. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk keberlangsungan ekosistem yang sehat dan inklusif,” ujarnya, menggambarkan visi Lapakgaming sebagai rumah bagi para pegiat game.

Direktur BUKA Group, Victor Putra Lesmana, menambahkan bahwa Lapakgaming Battle Arena Series 3 ini mengusung misi besar di tengah pertumbuhan pesat sektor kreatif digital, khususnya gaming, yang kini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi baru di Tanah Air. Menurutnya, acara ini adalah penegasan bahwa tren industri game bukan fenomena sesaat, melainkan sektor mapan dan berkelanjutan yang mampu memberikan efek ganda (multiplier effect) yang luas. "Nilai ekonomi yang dihasilkan di sini adalah nyata dan berdampak luas. Kami percaya sepenuhnya, dengan konsisten dan tepat, industri gaming dapat menjadi pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional,” kata Victor. Efek ganda ini, lanjutnya, tak hanya terasa bagi pemain, melainkan juga menggerakkan ekosistem *event organizer*, desainer grafis, industri *merchandise* lokal, hingga sektor pariwisata melalui e-sport. Pengamat ekonomi digital bahkan menyoroti inisiatif Lapakgaming ini sebagai langkah krusial untuk mengikis stigma game sekadar hobi dan memposisikannya sebagai sektor penghasil devisa yang menjanjikan, membuka peluang kerja baru dan inovasi.

Tidak hanya dari sisi pengembang dan pelaku bisnis, acara ini juga mendapat sambutan hangat dari komunitas game. Anggit Windhi Rakatama, perwakilan komunitas Genshin Impact, menilai Lapakgaming Battle Arena sebagai ruang vital bagi pertemuan komunitas dan membangkitkan kecintaan terhadap game lokal. “Dampaknya terasa dalam regenerasi komunitas karena semakin banyak pemain baru yang berani terlibat dan aktif setelah melihat langsung ekosistem gaming yang positif dan suportif,” ungkap Anggit. Keberadaan komunitas, menurut Lapakgaming, merupakan fondasi utama yang dapat membentuk ekosistem industri game yang bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga penyumbang signifikan bagi ekonomi kreatif. Untuk mewujudkan ekosistem yang sehat dan inklusif ini, Lapakgaming Battle Arena Series 3 akan melibatkan kolaborasi lintas sektor bersama Asosiasi Gim Indonesia (AGI), Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Perdagangan, yang turut memfasilitasi *booth* "Games from Indonesia". Sinergi multipihak ini, sebagaimana ditekankan sejumlah pegiat industri, merupakan kunci untuk mempercepat pertumbuhan industri game nasional, memastikan potensi besar ini dapat dimaksimalkan untuk kemajuan bangsa.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.