Rusia Makin Perkasa! Bangun Armada Pemecah Es Nuklir Terkuat Dunia, Ambisi di Kutub Utara Menguat

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Moskow tengah gencar memperkuat kemampuan pembangunan kapal pemecah es bertenaga nuklir. Pernyataan yang disampaikan pada Jumat (23/1) ini menegaskan kembali posisi Rusia yang telah puluhan tahun memimpin eksplorasi Arktik, sekaligus menandai ambisi negara itu untuk terus memperluas armada pemecah esnya yang vital.

Saat ini, Rusia telah mengoperasikan 34 kapal pemecah es bertenaga diesel dan delapan kapal pemecah es nuklir yang aktif. Tak hanya itu, sejumlah kapal canggih lainnya juga sedang dalam tahap konstruksi. Di antaranya, proyek unggulan kapal pemecah es nuklir tercanggih, "Leader," yang sedang dibangun di galangan kapal Zvezda, Rusia Timur Jauh. Kapal raksasa ini diharapkan bisa rampung pada tahun 2030.

Kapal "Leader" dirancang untuk menjadi yang terkuat di dunia, dengan kemampuan memecah es setebal hingga 4,3 meter dan mengawal kapal lain melalui lapisan es setebal dua meter dengan kecepatan 11 knot. Proyek ini merupakan bagian dari program ambisius kapal pemecah es Rossiya Rusia (Proyek 10510). Peningkatan drastis kemampuan ini bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan langkah strategis Moskow untuk mengamankan dan menguasai Jalur Laut Utara, rute maritim yang semakin krusial bagi perdagangan global dan eksplorasi sumber daya alam di Arktik. Sejumlah pengamat internasional menilai, langkah Rusia ini bertujuan memperkuat dominasi geopolitiknya di Kutub Utara, memicu perdebatan tentang implikasi lingkungan dan keamanan di wilayah yang memiliki kepentingan strategis global tersebut.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.