Malang Diterjang Angin Kencang, BMKG Ungkap Pemicu dan Prediksi Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
Malang, Jawa Timur – Angin kencang yang melanda wilayah Malang, Jawa Timur, baru-baru ini dipicu oleh serangkaian kondisi atmosfer yang kompleks. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur menjelaskan bahwa fenomena ini diakibatkan oleh aktifnya angin monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer equatorial rossby, serta prakiraan adanya gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang akan melintasi Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di Selat Madura yang signifikan dan kondisi atmosfer labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan intensitas sedang hingga deras, disertai petir dan angin kencang. Kehadiran Tropical Cyclone Luana, yang sebelumnya terdeteksi sebagai bibit siklon 91S di Nusa Tenggara Timur (NTT), juga berkontribusi pada peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Timur.
Dampak angin kencang ini mulai terasa di berbagai titik. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, angin kencang yang terjadi sejak dini hari sekitar pukul 01.00 WIB menyebabkan pohon tumbang di empat lokasi, yakni Jalan Veteran, Jalan Jakarta, Jalan Langsep, dan Janti. Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, menyoroti Jalan Jakarta sebagai lokasi terdampak paling parah. Tak hanya itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo juga telah mengeluarkan rilis peringatan potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk angin kencang, banjir, puting beliung, tanah longsor, dan hujan es, yang diprediksi berlangsung dalam rentang 21 hingga 30 Januari 2025. Seluruh wilayah Malang Raya, meliputi Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang, tergolong memiliki potensi tinggi terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Di Kabupaten Malang, angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Bululawang, tepatnya di Jalan Raya Desa Kuwolo, yang menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa satu unit mobil yang sedang melintas. Beruntung, insiden ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun sempat mengganggu arus lalu lintas menuju wilayah Wajak. Serangkaian kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan masyarakat. Kombinasi faktor cuaca dari monsun, gangguan atmosfer, hingga siklon tropis menunjukkan pola cuaca yang dinamis dan berpotensi menimbulkan dampak luas, sehingga masyarakat dihimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dan mengambil langkah mitigasi demi keamanan diri dan lingkungan sekitar.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.