Siap Hadapi Haji 2024! Wamenhaj Minta Petugas Jaga Fisik, Bekali Diri Fikih & Bahasa Arab Demi Jemaah Lansia

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh petugas haji. Mereka diminta untuk mempersiapkan diri secara optimal, baik dari sisi fisik maupun kompetensi keilmuan, menjelang hingga selama pelaksanaan ibadah haji. Penekanan ini muncul mengingat sifat ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik prima, tidak hanya bagi jemaah tetapi juga para petugas pendamping yang bertugas memberikan layanan terbaik.

Dahnil menjelaskan, mayoritas rangkaian ibadah haji adalah aktivitas fisik yang berat, sehingga membutuhkan pendampingan maksimal dari petugas yang memiliki ketahanan tubuh yang baik. "Saya sudah berulang kali ya, 90 persen ibadah haji itu pasti ibadah fisik," ungkap Dahnil di Jakarta, Sabtu. Tantangan pelayanan semakin besar karena banyaknya jemaah lanjut usia (lansia) asal Indonesia, khususnya perempuan lansia, yang memerlukan perhatian dan asistensi lebih intensif. Kondisi ini menuntut petugas haji untuk tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga dibekali pemahaman dasar tentang fikih haji serta kemampuan berbahasa Arab praktis untuk komunikasi efektif.

Kombinasi antara stamina fisik yang prima, penguasaan fikih haji dasar, dan kemampuan berbahasa Arab dinilai Dahnil sebagai kunci utama dalam menentukan kualitas layanan kepada jemaah, terutama kelompok rentan. Kesiapan menyeluruh ini menjadi krusial untuk memastikan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan nyaman. Dengan demikian, pelayanan terbaik dapat terwujud, mengingat kompleksitas dan kebutuhan spesifik jemaah haji Indonesia yang beragam.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.