Longsor Cisarua Bandung Barat: 82 Warga Terkubur, Pencarian Korban Melawan Cuaca Ekstrem
Sebuah insiden longsor dahsyat melanda Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu dini hari, menimbun puluhan rumah dan menyebabkan setidaknya 82 warga diduga masih tertimbun material tanah. Hingga Sabtu (24/1) sore, pukul 15.50 WIB, sembilan korban telah dilaporkan meninggal dunia. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan, upaya pencarian dan evakuasi para korban menghadapi kendala serius akibat kondisi cuaca ekstrem yang terus-menerus mengguyur area bencana.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, menjelaskan bahwa hujan deras yang tak henti-hentinya menjadi penghambat utama bagi tim gabungan Basarnas dan SAR. Meskipun alat berat dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah disiagakan di sekitar lokasi, akses menuju titik longsor masih sangat menantang. "Kondisi tanah yang masih lembek dan adanya pergerakan material membuat kami harus ekstra hati-hati memastikan jalur aman untuk alat berat," tutur Bambang, seraya menambahkan bahwa luasnya area pencarian yang membentang sekitar tiga kilometer, dari puncak hingga lereng, memerlukan waktu dan kehati-hatian ekstra dari seluruh tim penyelamat.
Dampak longsor ini telah memaksa sekitar 400 warga Desa Pasirlangu untuk mengungsi, meninggalkan puluhan rumah mereka yang kini tertimbun lumpur dan material longsor. Kebutuhan mendesak bagi para pengungsi saat ini meliputi matras, selimut, dan bahan kebutuhan pokok. Situasi ini menunjukkan beratnya tantangan yang dihadapi tim penyelamat dalam mengevakuasi korban sekaligus memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar ratusan warga yang kini berada di pengungsian, menanti cuaca membaik dan akses pemulihan yang lebih lancar.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.