Martapura – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa transformasi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menjadi universitas akan signifikan mendongkrak akses pendidikan hingga ke pelosok desa di wilayah tersebut. Apresiasi ini disampaikan Mendikdasmen saat menghadiri peresmian Universitas Muhammadiyah di Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan, Kamis.
"Saya menyampaikan apresiasi atas transformasi STKIP Muhammadiyah OKU Timur menjadi universitas," ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Ia menambahkan, perubahan bentuk kelembagaan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten OKU Timur dan sekitarnya.
Mu'ti berharap, kehadiran universitas ini mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak di desa-desa terpencil untuk meningkatkan kualitas pendidikan, demi terciptanya generasi Indonesia yang unggul dan berkualitas. “Dengan transformasi ini, kami berharap Universitas Muhammadiyah OKU Timur dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak hingga pelosok desa untuk meningkatkan kualitas pendidikan guna membangun generasi Indonesia yang unggul dan berkualitas,” tuturnya.
Ia juga berharap, universitas ini terus berinovasi mengembangkan program studi yang selaras dengan kebijakan pemerintah serta terintegrasi dengan potensi alam dan sosial Kabupaten OKU Timur. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Saya yakin dari kampus ini akan lahir kader-kader bangsa yang hebat dan siap memimpin Indonesia di masa depan,” pungkasnya penuh optimisme.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah OKU Timur adalah kebanggaan sekaligus investasi jangka panjang bagi daerah. Menurut Bupati, keberadaan universitas ini akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Pemkab OKU Timur menegaskan komitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan tinggi sebagai pilar utama pembangunan daerah yang berkelanjutan," kata Lanosin Hamzah.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Didi Franzhardi, memaparkan perjalanan kampus yang dinamis. Kampus ini mulai beroperasi pada tahun 2019 sebagai STKIP dengan tiga program studi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, dan Seni Pertunjukan. Seiring dengan perkembangan institusi dan peningkatan kualitas akademik, pada Agustus 2024, STKIP resmi bertransformasi menjadi universitas.
“Saat ini Universitas Muhammadiyah OKU Timur memiliki dua fakultas dengan tujuh program studi, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan dan Hukum dengan empat program studi, serta Fakultas Ilmu Komputer dengan tiga program studi,” jelas Didi.
Meski berlokasi di wilayah pedesaan, atmosfer akademik di Universitas Muhammadiyah OKU Timur sangat aktif dan dinamis berkat dukungan berbagai pihak. Saat ini, jumlah mahasiswa mencapai sekitar 1.500 orang, dan pihak universitas menargetkan pendirian program pascasarjana pada tahun 2027.
Dengan diluncurkannya Universitas Muhammadiyah OKU Timur, masyarakat kini memiliki akses yang lebih dekat terhadap pendidikan tinggi berkualitas. Kehadiran universitas ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing daerah, serta melahirkan generasi unggul yang mampu membawa OKU Timur dan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan bermartabat.
Sumber:
Baca Selengkapnya