Pulang ke Kancah Internasional: Indonesia Perkuat Peran Intelektual Islam Global di CIBF Mesir Setelah 2 Dekade

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
JAKARTA – Setelah sekitar dua puluh tahun absen, Indonesia akhirnya kembali menunjukkan eksistensinya dalam percaturan intelektual Islam global melalui partisipasi di ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Mesir. Kehadiran ini digarisbawahi sebagai langkah strategis pemerintah, khususnya Kementerian Agama (Kemenag), untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam diskursus intelektual Islam dunia.

Perwakilan Kementerian Agama, Asep Rifqi Abdul Aziz, menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di CIBF tak hanya menampilkan karya ilmiah berupa buku dan produk keilmuan, melainkan juga produk amaliah atau praktik nilai keagamaan yang membumi dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Partisipasi ini juga sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan ekoteologi di tingkat internasional, sebuah konsep yang menempatkan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan. Di paviliun Indonesia, pengunjung dapat melihat manuskrip kuno, karya-karya ulama Nusantara bertema ekoteologi, hingga beragam mushaf Al-Qur'an hasil produksi Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) yang berkualitas.

Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution, sangat mengapresiasi kembalinya Indonesia ke pameran buku internasional ini. Ia menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan momentum krusial untuk menegaskan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional. Lebih dari itu, kehadirannya diharapkan dapat mempererat hubungan historis antara Indonesia dan Mesir, sekaligus menerjemahkan kerja sama strategis yang telah ditandatangani oleh kedua kepala negara pada April 2025. Langkah ini secara tidak langsung memperkuat diplomasi budaya dan keagamaan Indonesia di kancah internasional, menunjukkan komitmen Tanah Air dalam mempromosikan Islam moderat dan inklusif, serta membuka peluang lebih luas bagi pertukaran pengetahuan dan kebudayaan, sejalan dengan upaya pengembangan jurusan Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar yang juga merupakan bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.