Resmi Berpisah: Raheem Sterling Akhiri Petualangan Tiga Setengah Musim Bersama Chelsea
Pemain sayap internasional Inggris, Raheem Sterling, secara resmi mengakhiri kerja samanya dengan Chelsea. Keputusan ini dicapai melalui kesepakatan bersama antara kedua belah pihak, menandai berakhirnya perjalanan Sterling selama tiga setengah musim di Stamford Bridge. Pengumuman tersebut disampaikan oleh klub pada Rabu (28/1) malam waktu Indonesia barat.
Manajemen klub melalui situs resminya menyatakan bahwa Sterling telah resmi meninggalkan Chelsea. Mereka turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan oleh pemain berusia 31 tahun itu selama berseragam The Blues, serta mendoakan kesuksesan bagi karier Sterling di masa depan.
Sterling sendiri bergabung dengan Chelsea pada musim panas 2022, didatangkan dari Manchester City dengan nilai transfer fantastis sebesar 47,5 juta pound sterling. Ia menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, kala itu di bawah kepemimpinan pelatih Thomas Tuchel. Selama membela The Blues, Sterling tercatat tampil dalam 81 pertandingan di berbagai kompetisi dan berhasil membukukan 19 gol.
Namun, dua tahun setelah penandatanganan kontrak jangka panjang tersebut, peran Sterling di tim utama mulai meredup. Sejak Mei 2024, ia sudah tidak lagi tampil dalam pertandingan kompetitif. Pada musim panas lalu, Sterling bahkan sempat gagal mendapatkan klub baru dan harus berlatih terpisah bersama kelompok pemain yang tidak masuk dalam rencana tim utama di pusat latihan Chelsea, Cobham. Periode Sterling di Chelsea juga diwarnai oleh pergantian pelatih yang cepat, mulai dari Graham Potter, Frank Lampard, hingga Mauricio Pochettino, dengan tim yang finis di posisi ke-12 dan keenam Liga Inggris.
Pelatih Chelsea saat ini, Enzo Maresca, dilaporkan memutuskan bahwa Sterling tidak masuk dalam rencananya untuk musim mendatang. Meskipun sebelumnya sempat dikabarkan diminati oleh beberapa klub besar seperti Juventus dan Bayer Leverkusen, serta kepindahan ke Fulham yang tidak terwujud, Sterling dikabarkan masih ingin tetap bermain di London. Kendati demikian, ia juga tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan karier di klub mana pun, baik di Inggris maupun di luar negeri.
Sepanjang karier profesionalnya, Sterling telah mengukir prestasi gemilang dengan total 13 trofi. Ia mengawali perjalanan sepak bolanya dari akademi Liverpool, sebelum mencapai puncak kejayaan bersama Manchester City dan kemudian bergabung dengan Chelsea.
Kepergian Raheem Sterling dari Chelsea melalui kesepakatan bersama menjadi sorotan utama di dunia sepak bola. Ini menandai berakhirnya periode yang penuh tantangan bagi sang pemain di Stamford Bridge, di mana ia didatangkan dengan ekspektasi tinggi namun gagal menemukan konsistensi yang diharapkan. Bagi Chelsea, keputusan ini dapat diinterpretasikan sebagai langkah strategis untuk merampingkan skuad dan membebaskan alokasi gaji pemain, memungkinkan klub untuk fokus pada pembangunan tim yang sesuai dengan visi pelatih baru. Sementara itu, bagi Sterling, ini adalah kesempatan krusial untuk memulai lembaran baru, mencari klub yang dapat memberinya peran inti dan mengembalikan performa terbaiknya demi menjaga peluang di kancah sepak bola nasional maupun internasional. Para penggemar akan mencermati bagaimana babak baru ini akan mempengaruhi dinamika Chelsea dan arah karier Sterling selanjutnya.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.