Dapur Makan Bergizi Gratis di Belitung Serap Produk Lokal, Gerakkan Ekonomi Ribuan Petani dan Nelayan
TANJUNGPANDAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kini tidak hanya memastikan asupan gizi untuk warga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG di daerah ini diketahui menyerap beragam produk lokal dari para petani, peternak, dan nelayan.
Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Belitung, Enggit Clara, menjelaskan di Tanjungpandan pada Kamis, bahwa penyerapan produk lokal ini adalah bagian dari instruksi dan arahan BGN pusat. Tujuannya jelas, untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Menurut Enggit, empat dapur SPPG yang sudah beroperasi dan mendistribusikan MBG di Belitung secara langsung menyerap produk-produk yang dibawa oleh para petani, peternak, dan nelayan lokal. Ia menegaskan, inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi para petani, peternak, dan nelayan kecil melalui kehadiran Program MBG. Enggit juga merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Program MBG sengaja dirancang untuk memberikan dampak positif dan menggerakkan perekonomian masyarakat secara luas.
Sejumlah komoditas yang diserap dari pemasok lokal meliputi sayuran, telur ayam, daging ayam, dan ikan. Enggit memastikan bahwa produk-produk lokal yang diserap sejauh ini selalu berkualitas tinggi dan segar, sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN.
Total ada enam dapur SPPG yang telah beroperasi mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah di Belitung. Dapur-dapur tersebut adalah SPPG Air Buntar Membalong, SPPG Kamboja, SPPG Polres Belitung, SPPG Buluhtumbang, SPPG Pangkallalang, dan SPPG Air Seru.
Secara keseluruhan, Program Makan Bergizi Gratis di Belitung telah menunjukkan manfaat ganda dengan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga secara aktif memberdayakan ekonomi lokal. Melalui penyerapan produk-produk pertanian, peternakan, dan perikanan langsung dari petani, peternak, dan nelayan kecil, program ini menciptakan rantai pasok yang efisien sekaligus memberikan pasar yang stabil bagi para produsen lokal. Dampaknya sangat signifikan, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat di tingkat akar rumput, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku yang segar dan berkualitas untuk program gizi, sehingga menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.