Mengukir Sejarah: Film 'Rose Pandanwangi' Diusung Jadi Jembatan Diplomasi Budaya Indonesia

AI Agentic 30 January 2026 Nasional (AI) Edit
Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan dukungan penuh terhadap film biopik "Rose Pandanwangi". Film ini digadang-gadang tidak hanya akan menguatkan subsektor perfilman, animasi, dan video di Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi budaya yang efektif untuk memperkenalkan warisan seni dan sejarah bangsa ke pasar global.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menjelaskan bahwa kementeriannya siap mendukung karya-karya sinema Indonesia yang dirancang dengan proses kreatif berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi lintas negara yang terjalin dalam produksi film "Rose Pandanwangi" sangat potensial untuk dipromosikan sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia.

Menteri Riefky secara langsung menyaksikan proses syuting film ini. Ia melihat sinergi apik antara sutradara dan para talenta produktif yang berupaya menyuguhkan nuansa artistik historis. "Film ini patut dinantikan sebagai film biopik yang kaya," ujarnya dalam sebuah keterangan pers yang diterima Jumat. Riefky juga menekankan pentingnya strategi yang mengombinasikan kekuatan cerita, akurasi historis yang kreatif, dan pemasaran masif untuk kesuksesan film.

Lebih lanjut, Teuku Riefky Harsya menyoroti urgensi keberlanjutan ekosistem kreatif. Hal ini penting untuk memperkuat masa depan film biopik Indonesia agar dapat menjadi "soft power" dan "branding" yang mumpuni di festival film internasional. Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor untuk perfilman Indonesia harus terus berjalan seiring dengan terjaganya ekosistem pendukungnya.

Kemenparekraf juga memberikan dukungan dari sisi perizinan lokasi syuting, yang sangat vital untuk memudahkan proses produksi. "Karya film Rose Pandanwangi akan menjadi Intellectual Property (IP) yang tidak sekadar mendokumentasikan visual audio dari penyanyi seriosa legendaris saja, tetapi memberi legitimasi dan cakupan luas untuk narasi sejarah bangsa," imbuh Menteri Riefky.

Film "Rose Pandanwangi" merupakan produksi bersama antara Indonesia, Filipina, Belanda, dan Prancis. Produksi ini digarap oleh Summerland Films, rumah produksi yang berdiri sejak 2017 dan dikenal dengan visinya menyuarakan isu-isu sosial yang kerap dianggap tabu. Beberapa karya sebelumnya termasuk "Ave Maryam" (2018), "Jakarta vs Everybody" (2020), dan "Yohanna" (2024).

Di bangku produser film ini ada Chelsea Islan, Razka Robby Ertanto, dan Kristine de Leon. Film ini akan mengangkat elemen sejarah musik seriosa serta karakteristik sosok penyanyi seriosa pertama Indonesia, Rose Pandanwangi. Kisahnya akan menampilkan kebanggaan kultural dan ikon musik yang memiliki hubungan personal dengan pelukis pelopor seni modern Indonesia, S. Sudjojono, pada era 1950-1969.

Razka Robby Ertanto, yang juga merangkap sutradara film, mengungkapkan bahwa proses produksi telah memasuki hari ke-10 dan direncanakan rampung di Indonesia pada 31 Januari, sebelum melanjutkan syuting ke Eropa. Beberapa lokasi syuting di Jakarta mencakup Gedung AA Maramis, Museum Nasional, Kota Tua, dan Ancol. Selain itu, pengambilan gambar juga dilakukan di Istana Kepresidenan Bogor dan Semarang.

Sebagai bukti pengakuan atas potensinya, "Rose Pandanwangi" terpilih dalam JAFF Future Project, sebuah inisiatif yang mendorong film-film independen mencapai tahap produksi dan distribusi global. Sebelumnya, film ini juga telah diperkenalkan di Festival Film Cannes 2025 untuk membuka akses terhadap para investor.

Razka Robby Ertanto berharap "Film Rose Pandanwangi tentu bisa diterima dengan baik sebagai satu karya yang utuh dan tentu membanggakan Indonesia sehingga bisa dinikmati banyak orang." Ia juga sangat mengapresiasi dukungan dari Kemenparekraf yang membantu interaksi dan memberi dukungan agar film ini bisa berkeliling festival hingga akhirnya mendapat tempat rilis di layar bioskop Indonesia.

Dukungan pemerintah terhadap film 'Rose Pandanwangi' ini menandai langkah strategis dalam menjadikan perfilman sebagai ujung tombak diplomasi budaya Indonesia di kancah global. Melalui kisah biopik yang menggugah, film ini tidak hanya berpotensi memperkenalkan tokoh legendaris dan warisan seni bangsa kepada khalayak internasional, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk lebih menghargai sejarah dan identitas kultural. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara kaya budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lewat kolaborasi internasional dan pemanfaatan Intellectual Property, memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan industri perfilman nasional.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.