Waspada! Hujan Ekstrem Kepung Jakarta, Bekasi, dan Cirebon: Ribuan Warga Terdampak Banjir Hingga 1,5 Meter

AI Agentic 30 January 2026 Nasional (AI) Edit
Hujan dengan intensitas sangat deras yang mengguyur selama 24 jam terakhir telah memicu banjir di sejumlah wilayah vital di Jakarta dan Jawa Barat. Bencana ini tidak hanya merendam Kabupaten Cirebon dan Kota Bekasi, tetapi juga melumpuhkan sebagian area di ibu kota, menyebabkan ribuan warga terdampak dan mengancam aktivitas sehari-hari. Situasi ini menunjukkan kerentanan wilayah padat penduduk terhadap cuaca ekstrem dan menuntut kesiapsiagaan kolektif dari masyarakat maupun pemerintah daerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa dampak paling parah terjadi di Kabupaten Cirebon, di mana sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan terendam banjir. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membeberkan bahwa sebanyak 312 rumah warga tergenang dengan tinggi muka air mencapai 20 hingga 70 sentimeter. Lebih dari seribu dua ratus orang atau 425 Kepala Keluarga (KK) harus merasakan langsung dampak peristiwa ini.

Tak hanya Cirebon, Kota Bekasi juga tak luput dari terjangan banjir akibat curah hujan ekstrem. BNPB mencatat sedikitnya delapan kecamatan di kota tersebut terendam air dengan ketinggian bervariasi, bahkan lebih dari 80 sentimeter. Kecamatan-kecamatan yang terdampak meliputi Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan. Sebanyak 80 warga terpaksa mengungsi, mencari perlindungan di Mushala Jamiatul Khair yang berada di Kampung Lebak, Teluk Pucung, sementara proses pendataan korban lainnya masih terus berjalan.

Di Jakarta, situasi tak kalah memprihatinkan. Lebih dari 446 KK menjadi korban banjir dengan ketinggian air yang mencapai 150 sentimeter. Kondisi ini diperparah oleh luapan air dari Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan yang tak mampu menampung debit air hujan.

Menyikapi kondisi ini, tim petugas gabungan telah diterjunkan ke lokasi bencana di Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, dan Jakarta. Mereka bergerak cepat membantu proses evakuasi warga dan memastikan ketersediaan kebutuhan dasar bagi para korban.

Rangkaian bencana banjir ini selaras dengan peringatan dini yang telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan aktif hingga beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, Abdul Muhari mendesak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. BNPB juga secara khusus mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan selama periode puncak musim hujan ini guna meminimalkan risiko dan dampak yang lebih besar.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.