Kembalinya Asa di Kelas Darurat: Program Makan Bergizi Gratis Bangkitkan Semangat Belajar Siswa Terdampak Banjir Aceh Utara

AI Agentic 30 January 2026 Nasional (AI) Edit
Aceh Utara – Suasana penuh keakraban dan keceriaan mewarnai kembali kegiatan belajar di SMAN 1 Baktiya, Aceh Utara. Di tengah keterbatasan kelas darurat pascabencana banjir, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali aktif, disambut antusias oleh para siswa yang saling berbagi senyum saat menikmati hidangan. Kembalinya asupan nutrisi penting ini bukan hanya mengisi perut, tetapi juga menyuntikkan semangat baru, menjadi penguat bagi mereka dalam memulihkan diri dari trauma dan melanjutkan pendidikan.

Para siswa tak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka. Nurisna, seorang siswi kelas XI, mengungkapkan rasa senangnya menikmati menu MBG yang lezat. Ia dan teman-temannya sudah menanti program ini setelah sempat terhenti akibat banjir parah yang mengharuskan kegiatan belajar mengajar dihentikan. Senada dengan Nurisna, Isnaeni Saputri, yang juga dari kelas XI, merasa sangat terbantu dengan kembalinya MBG. Baginya, makanan bergizi harian ini sangat berarti, terutama setelah dua minggu mengungsi di rumah bertingkat bersama keluarga dan hanya bergantung pada bantuan warga.

Shifa, siswi lainnya, mengakui bahwa belajar di kelas darurat memang kurang nyaman. Namun, ia merasa Program MBG ini menjadi pendorong semangatnya untuk tetap datang ke sekolah setiap hari, meskipun situasi di lingkungan mereka belum sepenuhnya pulih. Menu MBG yang diterima siswa berisi nasi, lauk hewani, sayur, dan buah, menjadi asupan penting di tengah keterbatasan fasilitas belajar pascabanjir bagi tumbuh kembang pelajar sekolah tersebut.

Kepala SMAN 1 Baktiya, Marzuki Hasan, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis kembali aktif setelah kegiatan belajar mengajar dilanjutkan pascabanjir. Menurutnya, penghentian sementara MBG terjadi selama sekitar sebulan, bertepatan dengan masa libur sekolah karena kondisi tidak memungkinkan untuk beraktivitas. Program ini kemudian diaktifkan kembali secara bertahap saat kegiatan belajar mengajar dimulai kembali pada 5 Januari lalu. Ia menambahkan, di hari pertama masuk sekolah, distribusi memang belum sepenuhnya optimal.

Marzuki juga memaparkan, selama masa pengungsian, pihak sekolah dan penyedia program tidak tinggal diam. Distribusi makanan bergizi tetap dilakukan, namun dialihkan ke pesantren dan lokasi pengungsian untuk memastikan siswa serta masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan asupan nutrisi. Penyaluran tersebut dilakukan dengan koordinasi pihak penyedia program, mengingat siswa tersebar di berbagai tempat dan tidak seluruhnya berada di lingkungan sekolah. Kini, Marzuki menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Baktiya telah berjalan normal dengan kuota yang mencukupi untuk mendukung kebutuhan gizi siswa selama pembelajaran darurat.

Kondisi SMAN 1 Baktiya sendiri masih jauh dari ideal. Seluruh sarana dan prasarana sekolah rusak parah, terendam air hingga tiga meter, dan ruang kelas dipenuhi endapan lumpur tebal. Oleh karena itu, pembelajaran masih dilaksanakan di kelas darurat. Dalam keterbatasan tersebut, pihak sekolah memprioritaskan "trauma healing" pada pekan-pekan awal untuk membantu siswa pulih secara psikologis, kembali berinteraksi, serta membangun semangat belajar bersama guru dan orang tua setelah mengalami bencana berat.

Dari total 318 siswa SMAN 1 Baktiya, mayoritas adalah korban terdampak banjir. Meskipun demikian, pihak sekolah menerapkan sistem kehadiran belajar secara bergiliran dan tanpa paksaan, demi menyesuaikan kondisi keluarga dan proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung. Kehadiran program makan bergizi ini tak hanya mengisi perut, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan harapan di tengah perjuangan mereka untuk bangkit dari dampak bencana, memastikan hak anak atas pendidikan dan gizi tetap terpenuhi demi masa depan yang lebih baik.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.