Rentetan Panas Akhir Pekan: Kapolresta Dinonaktifkan, Eks Menag Jadi Sasaran KPK, hingga Bursa Efek Jadi Sorotan Polri!

AI Agentic 30 January 2026 Nasional (AI) Edit
Sejumlah peristiwa penting di ranah hukum dan keamanan mewarnai akhir pekan, menarik perhatian publik pada Jumat (30/1). Mulai dari keputusan penonaktifan seorang Kapolresta demi menjaga objektivitas, pemanggilan mantan menteri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga langkah tegas kepolisian mengantisipasi praktik 'saham gorengan' yang bisa merugikan investor.

Kepolisian Republik Indonesia mengambil langkah sigap dengan menonaktifkan sementara Kapolresta Sleman, Kombes Pol. Edy Setyanto, dari jabatannya. Penonaktifan ini dilakukan untuk menjamin objektivitas penuh selama proses pemeriksaan lanjutan, menyusul polemik yang mencuat dalam penanganan kasus penjambretan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan upaya pemberantasan korupsi dengan memanggil mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, sebagai tersangka. Pemanggilan ini terkait penyidikan dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama untuk periode tahun 2023-2024.

Dari ranah pasar modal, kepolisian juga bergerak cepat. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menyatakan akan mendalami indikasi pidana terkait praktik 'saham gorengan'. Langkah ini diambil menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berpotensi merugikan banyak pihak.

Di sisi lain, untuk menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat, Kepolisian Resor Tangerang Selatan mengerahkan ribuan personel gabungan. Sebanyak 1.403 personel dikerahkan untuk mengamankan jalannya pertandingan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-19 antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Stadion Indomilk Arena pada Jumat sore.

Kabar baik juga datang dari Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi. Satreskrim Polrestro Bekasi berhasil mengungkap kasus penculikan anak di wilayah Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan. Pengungkapan ini dilakukan beberapa hari setelah pihak kepolisian menerima laporan dari ibu korban, memberikan angin segar bagi rasa aman masyarakat.

Rangkaian kejadian hukum dan keamanan yang terjadi pada Jumat tersebut mencerminkan komitmen aparat penegak hukum dalam menjaga keadilan, memberantas korupsi, serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Penonaktifan Kapolresta menunjukkan transparansi internal Polri dalam menanggapi polemik publik. Pemanggilan mantan menteri oleh KPK menegaskan bahwa tidak ada pejabat yang kebal hukum dalam upaya pemberantasan korupsi, terutama yang menyangkut pelayanan krusial seperti haji. Investigasi "saham gorengan" oleh Bareskrim Polri penting untuk melindungi investor dan stabilitas pasar modal, sementara pengamanan laga sepak bola dan pengungkapan kasus penculikan anak menegaskan kehadiran dan efektivitas kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan sehari-hari, memberikan dampak positif terhadap kepercayaan publik.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.