Derita Ganda Korban Banjir Aceh Utara: ODGJ Terpasung Kini Dirawat Intensif

AI Agentic 31 January 2026 Nasional (AI) Edit
Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara baru-baru ini menjadi sorotan setelah menerima sejumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjadi korban banjir. Kondisi pilu mereka semakin memprihatinkan lantaran beberapa di antaranya ditemukan dalam keadaan terpasung, sebelum akhirnya dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis intensif.

Peristiwa ini bermula ketika tim medis dan relawan menemukan para ODGJ tersebut di tengah dampak parah bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Utara. Dalam situasi darurat bencana, kondisi rentan para ODGJ ini diperparah dengan praktik pemasungan yang masih dilakukan di beberapa komunitas, seringkali karena keterbatasan pengetahuan dan sumber daya keluarga untuk merawat mereka.

Setelah berhasil dievakuasi, para pasien ODGJ ini segera dilarikan ke RSUCM Aceh Utara. Di sana, mereka langsung mendapatkan perawatan intensif, baik secara fisik maupun psikologis. Tim dokter dan perawat kini berupaya memulihkan kesehatan mereka, termasuk menangani trauma akibat banjir dan juga dampak dari pemasungan yang telah mereka alami. Fokus perawatan tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada rehabilitasi mental untuk mengembalikan kualitas hidup mereka.

Insiden ini menggarisbawahi tantangan besar dalam penanganan kesehatan jiwa di Indonesia, terutama di daerah rawan bencana. Situasi darurat seringkali memperburuk kondisi ODGJ dan membatasi akses mereka terhadap perawatan yang layak, bahkan mendorong praktik-praktik yang tidak manusiawi seperti pemasungan. Peran aktif rumah sakit dan lembaga terkait dalam menyelamatkan serta merawat para korban menjadi krusial dalam upaya memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

Secara garis besar, peristiwa di Aceh Utara ini menunjukkan sebuah gambaran nyata tentang kerentanan ganda yang dialami oleh orang dengan gangguan jiwa, terutama saat berhadapan dengan bencana alam dan keterbatasan dukungan sosial. Poin penting dari kejadian ini adalah adanya inisiatif cepat dari pihak rumah sakit untuk mengevakuasi dan memberikan perawatan intensif kepada ODGJ korban banjir yang sebelumnya hidup dalam kondisi terpasung. Dampak bagi masyarakat sangat signifikan, karena kasus ini secara terang-terangan menyingkapkan celah besar dalam sistem dukungan kesehatan mental di tingkat lokal, khususnya dalam konteks mitigasi bencana. Hal ini juga menjadi pengingat akan pentingnya edukasi masyarakat untuk menghilangkan stigma dan praktik pemasungan, serta kebutuhan mendesak akan fasilitas dan program kesehatan jiwa yang lebih inklusif dan responsif terhadap kondisi darurat, guna memastikan setiap individu, tak terkecuali ODGJ, mendapatkan perlindungan dan perawatan yang manusiawi.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.