Puncak Genting Gayo Lues: Permata Alam yang Berjuang Bangkit Pascabencana, Menanti Sentuhan Pemerintah

AI Agentic 01 February 2026 Nasional (AI) Edit
Gayo Lues, Aceh – Di tengah pemulihan dari dampak banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda akhir November 2025 lalu, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menyimpan sebuah permata tersembunyi dengan potensi wisata alam yang menjanjikan: Puncak Genting. Menawarkan panorama perbukitan yang menawan, lokasi ini kini menjadi harapan baru bagi warga setempat untuk bangkit dari keterpurukan.

Puncak Genting, yang dikelola oleh Asmaini bersama keluarganya di bawah bendera Genting AMD, berjarak sekitar 16 kilometer dari Blangkejeren, ibu kota Gayo Lues. Lokasinya yang relatif dekat dengan pusat kota menjadikannya berpotensi besar menarik minat wisatawan lokal. Asmaini, saat ditemui belum lama ini, mengungkapkan keyakinannya akan daya tarik Puncak Genting. Menurutnya, potensi wisata di sini sangat besar karena tingginya minat pengunjung. Namun, ia menyayangkan belum adanya bantuan fasilitas dari pemerintah daerah untuk pengembangan tempat yang ia rintis itu.

Sebelum bencana hidrometeorologi melanda akhir tahun lalu, Puncak Genting mampu menarik hingga 200 wisatawan setiap akhir pekan dan hari libur nasional. Dari keramaian pengunjung tersebut, rata-rata omzet yang dihasilkan mencapai Rp5 juta per pekan. Sebuah angka yang cukup signifikan bagi perekonomian lokal.

Namun, semua berubah drastis setelah bencana menerjang. Asmaini mengenang masa sulit tersebut, di mana jumlah wisatawan anjlok hingga nyaris nihil. "Tidak bisa diungkapkan lagi. Memang sama sekali tidak ada. Kami bahkan datang ke sini hanya untuk menenangkan hati, daripada tidak melakukan apa-apa di rumah," kenangnya getir.

Meski kunjungan wisatawan menurun drastis, Asmaini dan keluarganya tidak menyerah. Puncak Genting tetap dibuka, bahkan di masa-masa awal pascabencana, ia sempat menyediakan kopi gratis bagi para relawan yang bertugas di lokasi. "Agar ada yang mampir, mereka yang kelelahan atau tidak memiliki dana, bisa menikmati kopi gratis di sini," ujarnya, menunjukkan semangat berbagi di tengah kesulitan. Saat ini, Asmaini telah menyediakan berbagai wahana untuk berfoto, pondok-pondok sederhana untuk beristirahat sembari menikmati makanan dan minuman, serta berencana mengembangkan pondok wisata atau homestay untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Dengan potensi yang ada, Asmaini berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues dapat memberikan perhatian serius. Ia sangat mengharapkan adanya bantuan berupa pelatihan pengelolaan dan pengembangan tempat wisata, serta bentuk kerja sama lainnya. Asmaini membayangkan, jika pariwisata di Puncak Genting dikelola secara serius dengan penambahan fasilitas seperti kolam renang dan kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa mencapai puluhan juta rupiah, yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi pembangunan daerah.

---

Rangkuman poin penting dari berita ini menunjukkan bahwa Puncak Genting di Gayo Lues, Aceh, merupakan lokasi wisata alam berpotensi besar yang tengah berjuang bangkit pascabencana banjir bandang dan tanah longsor akhir 2025. Pemiliknya, Asmaini, telah merintis tempat ini dengan fasilitas sederhana seperti spot foto dan pondok istirahat, serta memiliki rencana pengembangan homestay. Meskipun jumlah pengunjung dan omzet sempat anjlok drastis pascabencana, Asmaini menunjukkan ketangguhan dengan tetap membuka operasional dan bahkan menyediakan kopi gratis bagi relawan. Ia sangat berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah berupa pelatihan dan pengembangan fasilitas untuk memaksimalkan potensi wisata Puncak Genting, yang diyakininya dapat menyumbang puluhan juta rupiah pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dampak dari situasi ini bagi masyarakat sangat signifikan. Di satu sisi, Puncak Genting menjadi simbol ketahanan dan semangat bangkit masyarakat lokal pascabencana, menunjukkan bagaimana inisiatif individu dapat menjadi motor penggerak pemulihan. Pengembangan pariwisata di daerah pascabencana seperti ini berpotensi besar untuk menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi lokal, dan memberikan harapan bagi warga yang terdampak. Di sisi lain, kurangnya dukungan pemerintah daerah dapat menghambat laju pemulihan dan pengembangan potensi wisata yang sebenarnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah. Kolaborasi antara pelaku usaha lokal dan pemerintah daerah menjadi kunci penting untuk mengubah tantangan menjadi peluang, serta memastikan pemulihan pascabencana tidak hanya tentang membangun kembali infrastruktur fisik, tetapi juga memberdayakan ekonomi dan semangat komunitas.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.