Mental Baja 10 Pemain Dewa United Paksa Persebaya Berbagi Angka, Pelatih Jan Olde Riekerink Beri Pujian Selangit
SURABAYA – Dewa United berhasil menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 dalam laga Super League yang berlangsung sengit di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam. Hasil impresif ini didapat setelah tim berjuluk Tangsel Warrior itu harus bermain dengan 10 pemain sejak awal pertandingan akibat kartu merah. Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tak pelak melontarkan pujian setinggi langit atas mentalitas dan kedisiplinan taktik yang ditunjukkan oleh anak asuhnya.
Insiden kartu merah cepat yang menimpa salah satu pemain Dewa United menjadi momen krusial yang mengubah jalannya laga. Situasi ini memaksa mereka bertarung lebih lama melawan sebelas pemain Persebaya yang dikenal memiliki fisik kuat. Riekerink menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi ujian sesungguhnya bagi mental para pemainnya. "Setelah kartu merah yang cepat, Anda harus bertarung lama melawan sebelas pemain Persebaya yang mengandalkan fisik, itu yang bagus dari mental pemain," ujar Riekerink dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih asal Belanda itu dengan cepat melakukan penyesuaian taktik. Ia menarik garis pertahanan timnya lebih dalam pada babak kedua untuk meredam gelombang serangan tuan rumah. Arahan khusus diberikan kepada lini belakang agar bermain lebih rapat dan sigap menutup ruang di area pertahanan sendiri. "Ini juga termasuk dengan menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya," tambahnya.
Menurut Riekerink, satu poin yang dibawa pulang dari Surabaya ini bukan sekadar hasil imbang, melainkan modal penting. Poin ini akan digunakan untuk membangun konsistensi permainan, mentalitas, dan disiplin pemain dalam jangka panjang. Ia menilai, performa dalam situasi sulit seperti ini menunjukkan perkembangan signifikan Dewa United dan menjadi fondasi kuat untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi. "Saya pikir dalam jangka panjang, kami akan kembali ke tempat yang seharusnya," tegasnya optimis.
Di sisi pemain, Alta Ballah, salah satu punggawa Dewa United, juga mengakui betapa beratnya pertandingan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa berlaga dengan kekurangan jumlah pemain membuat setiap momen terasa sangat sulit. Meski demikian, pemain yang merupakan putra pesepak bola asal Liberia, Anthony Jomah Ballah, ini bersyukur timnya masih bisa membawa pulang satu poin berharga. "Pertandingan sangat sulit bagi kami, apalagi setelah kartu merah, tetapi kami bersyukur masih bisa mendapatkan satu poin," kata Ballah.
Secara pribadi, Ballah juga menyampaikan rasa rindunya bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, yang bukan tempat asing baginya. Ia bahkan ikut menyanyikan lagu kebanggaan Persebaya, "Song For Pride". Ballah menjelaskan bahwa Persebaya adalah mantan timnya, tempat ia diberikan banyak kesempatan dan belajar banyak. "Dan saya pikir itulah mengapa saya ikut menyanyikan tadi. Karena saya merindukannya," ungkapnya tulus.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menyoroti bagaimana Dewa United, meskipun dihadapkan pada situasi yang sangat tidak menguntungkan dengan bermain 10 melawan 11 sejak awal laga, mampu menunjukkan mentalitas luar biasa dan kedisiplinan taktik yang solid untuk menahan imbang Persebaya 1-1. Pelatih Jan Olde Riekerink memuji daya juang timnya yang mampu beradaptasi secara taktis, menarik pertahanan lebih dalam, dan menutup ruang gerak lawan. Satu poin dari laga sulit ini dilihat sebagai langkah krusial untuk membangun konsistensi dan mentalitas tim di masa depan. Bagi masyarakat, khususnya para penggemar sepak bola, hasil ini membuktikan bahwa semangat juang dan strategi yang matang bisa mengatasi keterbatasan, sekaligus memberikan tontonan yang penuh drama dan pelajaran tentang ketahanan mental dalam menghadapi tantangan berat. Sementara itu, bagi Persebaya, hasil ini mungkin memicu evaluasi mendalam tentang efektivitas mereka memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.