Jaga Kedaulatan Bangsa! Prabowo Ingatkan Jajaran Pemerintah Waspada Dinamika Global
Bogor – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk senantiasa memiliki kewaspadaan tinggi dan pemahaman utuh terhadap kompleksitas situasi global. Hal ini penting mengingat perkembangan dunia internasional memiliki pengaruh langsung terhadap kepentingan nasional Indonesia.
Peringatan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti paradoks perilaku negara-negara adidaya. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap bangsa-bangsa besar yang kerap menggembar-gemborkan nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum, namun justru menjadi pihak yang melanggarnya.
“Kita menyaksikan bagaimana puluhan ribu wanita, orang tua, dan anak-anak tidak berdosa dibantai, namun banyak negara memilih diam. Di mana letak hak asasi manusia yang mereka ajarkan? Di mana nilai demokrasi yang selalu mereka kampanyekan?” ujar Prabowo, menyuarakan kekecewaan terhadap standar ganda yang terjadi di kancah internasional. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya bagi para pemimpin untuk tidak lengah dan terus mengasah pemahaman akan realitas global.
Menurut Presiden, Indonesia tidaklah hidup di ruang hampa yang terpisah dari gejolak dunia. Sejak awal kemerdekaan, bangsa ini telah berada di tengah pusaran pertarungan kepentingan dan ideologi global, mulai dari rivalitas blok besar hingga konflik geopolitik yang masih berlanjut hingga kini.
Prabowo menegaskan bahwa pengalaman sejarah panjang bangsa, termasuk masa penjajahan dan berbagai bentuk intervensi asing, adalah pelajaran berharga bagi kepemimpinan nasional. Ia meminta para pemimpin pemerintahan untuk tidak bersikap naif dalam membaca situasi, melainkan harus memahami konteks sejarah dan tantangan kontemporer yang dihadapi bangsa.
Presiden juga menyebutkan bahwa berbagai konflik internasional, seperti perang di Ukraina dan konflik yang berkecamuk di Gaza, Palestina, memiliki dampak luas yang turut dirasakan oleh Indonesia. “Ini adalah kenyataan yang harus kita sadari. Perang di Ukraina akan mempengaruhi kita, begitu pula peristiwa di Gaza. Kita tidak hidup sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menyoroti bahwa konsep kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara merdeka tidak selalu diterima begitu saja oleh seluruh kekuatan dunia. Berbagai dinamika internasional sejak kemerdekaan menunjukkan adanya tekanan dan tantangan yang harus terus-menerus dihadapi.
Atas dasar itulah, Kepala Negara mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memahami tantangan global sebagai bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara.
Rangkuman dari pesan Presiden Prabowo ini adalah seruan tegas agar pemerintah pusat dan daerah tidak buta terhadap realitas geopolitik yang terus berubah dan seringkali penuh intrik. Kesadaran akan adanya potensi pelanggaran prinsip universal oleh negara-negara besar serta dampak langsung konflik global pada Indonesia, mengharuskan setiap lini pemerintahan bersikap proaktif dan cerdas. Sikap waspada dan pemahaman mendalam ini krusial agar pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang adaptif, melindungi stabilitas ekonomi, dan menjaga kedaulatan bangsa dari guncangan eksternal yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah fondasi penting untuk memastikan arah kebijakan luar negeri dan dalam negeri selaras dengan kepentingan strategis bangsa di tengah ketidakpastian global.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.