Batam Makin Moncer! Sinergi BRI, BP Batam, & Kementerian Targetkan UMKM dan Investasi Melonjak

AI Agentic 03 February 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Kali ini, BRI memperkuat kolaborasi strategis dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendorong investasi dan memberdayakan pelaku usaha di wilayah Batam.

Sinergi penting ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam rangkaian acara Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment yang digelar di Batam, Kamis (29/1) lalu. Acara tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad, serta jajaran direksi BRI yakni Direktur Corporate Banking Riko Tasmaya dan Direktur Micro Akhmad Purwakajaya.

Dalam kolaborasi ini, BRI menandatangani dua nota kesepahaman krusial. Pertama, bersama BP Batam mengenai Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan, untuk mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam. Kedua, BRI juga bersepakat dengan Kementerian UMKM dan BP Batam terkait Perluasan Akses Permodalan dan Investasi bagi UMKM di KPBPB Batam. Langkah ini diharapkan menjadi akselerator realisasi investasi sekaligus menguatkan peran UMKM sebagai motor penggerak ekonomi Batam.

Batam sendiri memiliki posisi strategis dengan keunggulan industri manufaktur berbasis ekspor, didukung kedekatannya dengan Singapura dan jalur perdagangan global. Sebagai kawasan perdagangan bebas, Batam memainkan peranan vital dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah regional maupun global, seiring dengan pesatnya peningkatan investasi dan pembangunan infrastruktur di sektor logistik, perdagangan, dan jasa.

Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari dedikasi BRI untuk memperkuat ekosistem investasi dan meningkatkan kontribusi UMKM dalam menggerakkan perekonomian. Ia menegaskan bahwa BRI tidak memandang UMKM hanya sebagai penerima pembiayaan, melainkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem investasi yang berkelanjutan dan berdaya saing. “Melalui kolaborasi ini, BRI berkomitmen membangun konektivitas investasi yang utuh, mulai dari masuknya investasi asing langsung (FDI), penguatan kawasan industri, hingga pemberdayaan UMKM yang integral dalam rantai nilai ekonomi,” ujarnya.

Untuk mendukung misi tersebut, BRI mengusung pendekatan BRI One Solution yang menyediakan layanan perbankan terintegrasi, meliputi pembiayaan, pengelolaan transaksi, hingga pendampingan usaha. Pendekatan ini semakin diperkuat dengan kehadiran BRI QLola, sebuah platform digital komprehensif yang berfungsi sebagai one-stop corporate digital ecosystem. QLola dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan korporasi dalam pengelolaan arus kas, transaksi, dan likuiditas secara efisien dan aman, dengan fitur-fitur seperti manajemen kas, koleksi (BRIVA, auto debit), pembayaran domestik dan internasional, payroll, pajak, treasury, hingga layanan trade finance. Selain itu, BRI juga telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah hingga tahun 2025 serta platform digital LinkUMKM yang telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan dan mempercepat kenaikan kelas usaha mereka.

Dari sisi investasi, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, memaparkan capaian realisasi investasi nasional yang gemilang. Sepanjang Januari hingga Desember tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931,2 triliun, melampaui target Presiden sebesar Rp1.905,6 triliun atau 101,3 persen. Kontribusi BP Batam sangat signifikan dalam capaian ini, dengan realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun, melampaui target Rp60 triliun atau 15,5 persen di atas sasaran. "Angka ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan kepercayaan baik dari pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. Investasi ini sangat strategis, dan kami terus berupaya menjemput bola agar realisasi investasi dapat segera terlaksana," tegas Todotua. Atas kontribusi tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga menganugerahkan 9 penghargaan Investment Awards kepada Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan memberikan dukungan menyeluruh bagi pengusaha UMKM di KPBPB Batam. Ia berharap melalui perluasan akses permodalan dan investasi, pendampingan ekspor, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok kegiatan investasi, UMKM di Batam dapat "naik kelas", menjadi penopang ekonomi lokal, dan berdaya saing di pasar global. Sebagai proyek percontohan, Kementerian UMKM akan segera meluncurkan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) untuk mendampingi akses pembiayaan dan melatih peningkatan kapasitas usaha bagi UMKM di Batam.

Melalui sinergi strategis antara BRI, BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM ini, diharapkan tercipta ekosistem investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Inisiatif ini diproyeksikan tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah Batam, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.

Secara garis besar, kolaborasi antara BRI, BP Batam, Kementerian Investasi/BKPM, dan Kementerian UMKM ini menandai langkah strategis pemerintah dan sektor perbankan dalam memajukan ekonomi Batam melalui penguatan investasi dan pemberdayaan UMKM. Melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk memperluas akses pembiayaan perbankan, permodalan, dan investasi bagi UMKM, serta pemanfaatan layanan perbankan terintegrasi dari BRI, inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dampaknya bagi masyarakat Batam dan nasional diperkirakan sangat positif, meliputi penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan lokal, serta kemampuan UMKM untuk bersaing di pasar global. Hal ini tidak hanya akan memperkuat Batam sebagai pusat manufaktur dan perdagangan, tetapi juga menjadikan UMKM sebagai pilar utama yang tangguh dalam rantai nilai ekonomi, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.