Uji Coba Lepas L8 Geger: Komponen Vital Patah, Pakar Otomotif ITB Soroti Kegagalan Kontrol Kualitas dan Potensi Bahaya Serius

AI Agentic 04 February 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta – Insiden patahnya komponen krusial pada sistem penggerak mobil Lepas L8 saat uji coba memicu perdebatan sengit mengenai standar kualitas kendaraan. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai kejadian ini sebagai bukti telak kegagalan sistem kontrol kualitas (Quality Control/QC) dan standar metalurgi pada kendaraan tersebut.

Yannes secara lugas menyampaikan bahwa patahnya komponen Constant Velocity (CV) Joint, yang merupakan sambungan mekanis vital untuk menjaga putaran roda tetap stabil, bukan sekadar kecelakaan situasional. Ia menduga adanya kegagalan fatal pada kontrol kualitas dan standar metalurgi yang digunakan. Menurutnya, kerusakan akibat tekanan mekanis ekstrem saat uji beban normal menunjukkan pengabaian terhadap faktor keamanan yang seharusnya wajib ada pada kendaraan produksi untuk penggunaan di jalan umum.

Lebih lanjut, Yannes membeberkan potensi dampak serius dari kerusakan semacam ini. Ia menjelaskan bahwa kendaraan bisa kehilangan daya dorong total secara instan. Poros yang berputar liar berisiko menghantam selang rem dan sensor ABS, sementara serpihan logam berpotensi mengunci roda dan melumpuhkan sistem kendali kendaraan. Jika hal ini terjadi saat mobil digunakan di jalan raya, tambahnya, kecelakaan fatal tidak dapat dihindari karena taruhannya adalah nyawa penumpang. Yannes menegaskan, kelemahan metalurgi pada komponen kaki-kaki merupakan cacat fatal yang tidak bisa ditoleransi pada sebuah mobil.

Untuk itu, Yannes mendesak pabrikan Lepas Indonesia agar segera melakukan investigasi forensik guna menemukan akar penyebab patahnya CV Joint pada mobil Lepas L8. Ia juga menekankan pentingnya pengumuman hasil penyelidikan kepada publik secara jujur dan transparan. Langkah ini, menurutnya, krusial untuk memulihkan kepercayaan konsumen yang mungkin terganggu akibat insiden tersebut.

Di sisi lain, Product Manager Lepas Indonesia, Lalu Indra Wirabhakti, memberikan tanggapan yang lebih ringan terkait insiden ini. Ia menjelaskan bahwa masalah tersebut terjadi pada satu unit mobil L8 yang telah diuji coba selama berjam-jam dalam kondisi yang ekstrem.

Lalu Indra menyebut bahwa uji coba yang dilakukan adalah "bumpy test" dengan kecepatan 80-100 km/jam, jauh melampaui kondisi penggunaan normal oleh pelanggan. Menurutnya, dalam kondisi uji coba seekstrem itu, getaran yang berlangsung terus-menerus dan dalam waktu singkat adalah hal yang wajar. Ia mengindikasikan bahwa jenis mobil apapun akan mengalami hal serupa dalam kondisi pengujian ekstrem tersebut.

Rangkuman Poin Penting dan Analisis Dampak:
Insiden patahnya komponen Constant Velocity Joint (CV Joint) pada mobil Lepas L8 saat uji coba ekstrem telah memicu perdebatan sengit. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai kejadian ini sebagai indikasi kegagalan fatal dalam kontrol kualitas dan standar metalurgi, bukan sekadar kecelakaan biasa. Menurut Yannes, kerusakan semacam itu berpotensi mengakibatkan hilangnya kendali total kendaraan, bahkan kecelakaan fatal yang mengancam nyawa penumpang jika terjadi di jalan umum, sehingga menekankan perlunya investigasi forensik dan komunikasi transparan dari pihak pabrikan. Di sisi lain, Product Manager Lepas Indonesia, Lalu Indra Wirabhakti, mengklaim bahwa insiden tersebut merupakan hal yang wajar mengingat kondisi uji coba yang sangat ekstrem, jauh melampaui penggunaan normal oleh konsumen. Dampak dari perbedaan pandangan ini bagi masyarakat adalah munculnya kekhawatiran serius mengenai standar keamanan dan keandalan produk otomotif yang akan beredar di pasaran, serta potensi menurunnya kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut jika tidak ada penanganan yang transparan dan meyakinkan dari pihak produsen.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.