Ekonomi RI Melambung 5,39% di Akhir 2025, Airlangga: Program Pemerintah Kunci Kebangkitan Terkuat Pasca Pandemi!
Jakarta – Kinerja ekonomi Indonesia di kuartal IV tahun 2025 menunjukkan performa gemilang, mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak pandemi COVID-19 berkat dorongan program pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Kamis lalu menyampaikan optimisme ini dari kantornya di Jakarta.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi capaian positif tersebut, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada periode Oktober-Desember 2025. Airlangga menjelaskan bahwa berbagai inisiatif yang digulirkan pemerintah memang terbukti membuahkan hasil signifikan di kuartal terakhir tahun lalu. Ia menambahkan, laju pertumbuhan ekonomi nasional di periode ini juga relatif lebih unggul jika dibandingkan dengan beberapa negara lain.
Capaian kuartal IV tahun 2025 ini sekaligus menjadi rekor pertumbuhan tertinggi jika dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya sepanjang tahun 2025. Penopang utama pertumbuhan ekonomi datang dari sejumlah sektor andalan. Sektor perindustrian misalnya, tumbuh solid 5,4 persen, sementara sektor perdagangan dan pertanian turut mencatat pertumbuhan yang tinggi dan secara kolektif menyumbang lebih dari 40 persen perekonomian nasional. Konsumsi masyarakat pun tetap kuat, menjadi indikasi bahwa daya beli publik terjaga baik.
Pertumbuhan ekonomi yang kuat di kuartal IV 2025 ini diperkirakan turut menciptakan sekitar 1,3 juta lapangan pekerjaan baru. Selain itu, berbagai indikator kesejahteraan sosial seperti rasio ketimpangan atau Gini ratio juga menunjukkan adanya perbaikan.
Memasuki awal tahun 2026, pemerintah berupaya keras untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini dengan mendorong berbagai program stimulus. Fokus utama adalah mengantisipasi momen Ramadhan dan Idul Fitri pada kuartal I 2026. Stimulus yang disiapkan mencakup insentif transportasi, bantuan sosial (bansos), hingga pengaturan fleksibilitas bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA). Airlangga juga menekankan pentingnya mobilitas masyarakat yang tinggi pada bulan Desember dalam mendorong konsumsi, menurutnya hal ini menjadi pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam strategi pemerintah ke depan.
Secara lebih rinci, BPS mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan IV 2025 atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.474 triliun, sementara atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat Rp6.147,2 triliun. Pertumbuhan ekonomi secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) juga menunjukkan hasil positif sebesar 0,86 persen. Untuk kinerja kumulatif sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan (cumulative-to-cumulative/ctc). Total nilai PDB atas dasar harga konstan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp13.580,5 triliun, dan atas dasar harga berlaku tercatat Rp23.821,1 triliun.
Capaian pertumbuhan ekonomi di akhir tahun 2025 ini menandai keberhasilan strategi pemerintah dalam menstimulus aktivitas ekonomi pasca pandemi, didukung oleh sektor-sektor produktif dan daya beli masyarakat yang solid. Implikasinya bagi masyarakat terlihat dari terciptanya lapangan kerja baru dan perbaikan indikator kesejahteraan. Dengan program stimulus lanjutan yang disiapkan untuk awal tahun 2026, khususnya menjelang hari raya keagamaan, pemerintah berharap momentum positif ini dapat terus dipertahankan, menciptakan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan yang lebih merata.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.