Jakarta – Program stimulus tiket kapal laut yang digulirkan pemerintah melalui PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berhasil terserap secara luar biasa, mencapai 99 persen, sepanjang periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025-2026). Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini menyentuh angka Rp24,81 miliar.
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menyampaikan kabar baik ini dalam acara evaluasi angkutan laut Nataru 2025-2026 serta rencana kerja 2026 Pelni di Jakarta, Kamis. "Realisasi penyerapan anggaran mencapai sekitar 99 persen," tegas Tri. Stimulus tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan sebanyak 405.881 tiket kapal laut. Bahkan, Tri menyebutkan bahwa tingkat pemanfaatan tiket secara realisasi mencapai 100,23 persen. Angka ini melampaui 100 persen karena mayoritas tiket digunakan untuk perjalanan jarak pendek. Program stimulus ini terbukti efektif menjaga keterjangkauan tarif angkutan laut di tengah lonjakan permintaan selama liburan, sekaligus menjadi wujud nyata kebijakan pemerintah yang pro-rakyat. "Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden, yang mempunyai program yang sangat kerakyatan, dan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Tri.
Selain memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga, stimulus ini juga berperan penting dalam menjaga stabilitas operasional Pelni saat puncak permintaan. Pelni menegaskan bahwa pengelolaan stimulus dilakukan sesuai ketentuan, termasuk penghentian penjualan tiket bersubsidi ketika anggaran telah mencapai batas maksimal. Evaluasi pelaksanaan stimulus Nataru ini akan menjadi dasar pembahasan skema dukungan pemerintah untuk periode angkutan Lebaran mendatang, menunjukkan kesiapan Pelni dalam menjalankan penugasan lanjutan demi konektivitas laut nasional.
Sumber:
Baca Selengkapnya