Gebrak Sejarah! SIG Cetak Rekor MURI, 500 Ahli Bangunan Disertifikasi Serentak di 5 Provinsi
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah sukses menggelar program pelatihan dan sertifikasi bagi 500 ahli bangunan secara serentak di lima provinsi. Inisiatif masif ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi nasional.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kompetensi para ahli bangunan. Ia menjelaskan, tujuannya adalah agar para pekerja konstruksi menjadi lebih terampil, profesional, dan bersertifikat. Dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Kamis, Dicky Saelan menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini menunjukkan konsistensi SIG dalam menopang pembangunan nasional, tidak hanya melalui infrastruktur, melainkan juga melalui peningkatan kompetensi para ahli bangunan sebagai ujung tombak kemajuan konstruksi.
Program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG ini dilaksanakan pada sebuah Minggu, di berbagai lokasi strategis. Kelima lokasi tersebut mencakup Kabupaten Bogor, Jawa Barat; Kota Palembang, Sumatera Selatan; Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu; Kota Malang, Jawa Timur; dan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Atas keberhasilan ini, SIG meraih Rekor Pelatihan Tukang Bangunan Serentak di Provinsi Terbanyak dari MURI. Ambisi SIG tidak berhenti di sini, program serupa rencananya akan dilanjutkan ke lebih dari 100 kabupaten/kota dengan target mencapai lebih dari 5.000 peserta.
Dalam pelatihan, para peserta dibekali dengan beragam pengetahuan penting. Materi yang diberikan meliputi pengetahuan dasar material semen dan beton, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta metode konstruksi yang efektif dan efisien. Tidak hanya teori, peserta juga langsung mempraktikkan pemasangan material hingga teknik plesteran, sebelum akhirnya mengikuti uji kompetensi melalui wawancara dan uji keterampilan lapangan.
Dicky Saelan menambahkan, aspek K3 menjadi bagian krusial dalam program ini, sejalan dengan peringatan Bulan K3 Nasional. Hal ini bertujuan untuk mendorong penerapan standar keselamatan kerja dalam setiap proyek konstruksi. Ia menekankan, peran ahli bangunan sangat vital dalam mewujudkan bangunan yang kokoh dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kompetensi mereka.
Seiring dengan kegiatan pelatihan, SIG turut memperkenalkan aplikasi Jago Bangunan sebagai bagian dari peluncuran Akademi Jago Bangunan. Inisiatif ini dirancang sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan kompetensi digital bagi tenaga konstruksi. Aplikasi Jago Bangunan menawarkan berbagai fitur, mulai dari akses pembelajaran digital, katalog produk, layanan konsultasi teknis, hingga perhitungan rencana anggaran bangunan, serta menjadi platform komunitas profesional. Hingga saat ini, komunitas Jago Bangunan SIG telah memiliki 14.941 anggota.
Muhammad Taufik, salah satu peserta pelatihan asal Kemang, Bogor, memberikan apresiasi positif terhadap program ini. Ia menilai, pelatihan tersebut sangat membantu para pekerja konstruksi untuk memperbarui keterampilan mereka seiring perkembangan teknologi dan material bangunan. Taufik mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama untuk menambah pengetahuannya dan mempermudah konsultasi teknis melalui aplikasi Jago Bangunan.
Sebagai informasi, SIG merupakan perusahaan BUMN klaster infrastruktur yang bergerak di bidang solusi bahan bangunan. Perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan kepemilikan saham mayoritas oleh Pemerintah Indonesia.
Secara ringkas, PT Semen Indonesia (SIG) baru saja mengukir sejarah dengan mencetak rekor MURI melalui program pelatihan dan sertifikasi massal bagi 500 ahli bangunan yang dilaksanakan serentak di lima provinsi. Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan komitmen SIG dalam mengembangkan kompetensi sumber daya manusia di sektor konstruksi dan mendukung pembangunan nasional, tetapi juga menekankan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemanfaatan teknologi melalui peluncuran aplikasi dan Akademi Jago Bangunan. Dampak positif dari program ini bagi masyarakat sangat signifikan; peningkatan profesionalisme dan keterampilan para ahli bangunan akan menghasilkan kualitas konstruksi yang lebih baik, lebih aman, dan lebih berkelanjutan, sekaligus mempercepat adopsi teknologi digital di kalangan pekerja konstruksi demi efisiensi dan inovasi di seluruh Indonesia. Hal ini pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas infrastruktur nasional secara menyeluruh.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.