Iran Pamer Rudal Balistik Terbaru 'Khorramshahr-4' di Tengah Ultimatum Nuklir AS
Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), unit elite angkatan bersenjata Iran, dilaporkan telah mengerahkan rudal balistik jarak jauh terbarunya, Khorramshahr-4, di salah satu pangkalannya. Langkah strategis ini terjadi pada Kamis (5/2), di tengah persiapan perundingan nuklir krusial dengan Amerika Serikat yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Menurut laporan penyiar Iran, PressTV, pengerahan rudal ini mengindikasikan bahwa Khorramshahr-4 telah resmi diintegrasikan ke dalam doktrin pertahanan Teheran. Rudal tersebut memiliki jangkauan operasional yang mengesankan, mencapai hingga 2.000 kilometer (sekitar 1.200 mil), dan dirancang untuk mampu membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram, menjadikannya aset penting dalam kapabilitas militer Iran.
Pamer kekuatan Iran ini muncul hanya sehari sebelum Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dijadwalkan untuk menggelar perundingan nuklir penting di Oman pada Jumat. Pembicaraan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang memuncak antara kedua negara.
Sebelumnya, pada Januari lalu, Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan pernyataannya tentang "armada besar" yang sedang menuju Iran. Trump berharap agar Teheran bersedia untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang adil dan setara, termasuk komitmen untuk sepenuhnya meninggalkan pengembangan senjata nuklir.
Tak hanya itu, Trump juga mengeluarkan peringatan tegas. Ia menegaskan, jika kesepakatan terkait program nuklir Iran gagal dicapai, maka setiap serangan Amerika Serikat di masa depan terhadap negara tersebut akan "jauh lebih buruk" dibandingkan serangan-serangan yang pernah dilancarkan sebelumnya. Pernyataan ini menambah bobot urgensi pada perundingan yang akan datang.
Pengerahan rudal balistik Khorramshahr-4 oleh Iran ini menandai eskalasi ketegangan yang signifikan di tengah diplomasi nuklir yang rapuh. Langkah Teheran untuk mengintegrasikan rudal berdaya jangkau luas ke dalam doktrin pertahanannya berpotensi memperkeruh suasana menjelang perundingan penting dengan AS. Kondisi ini dapat memicu kekhawatiran global akan stabilitas kawasan, meningkatkan risiko salah perhitungan, dan mempersulit upaya mencapai solusi damai terkait program nuklir Iran, yang pada akhirnya dapat berdampak luas pada keamanan internasional dan pasar energi global.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.