Momen Bersejarah di Istiqlal: Disaksikan Presiden dan Puluhan Ribu Umat, MUI Resmi Kukuhkan Pimpinan 2025-2030
Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengukuhkan pengurus masa khidmat 2025-2030 dalam sebuah acara akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu. Pengukuhan ini menjadi sorotan utama karena disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang memadati masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Sejak pukul 07.00 WIB, bahkan sebagian sejak waktu subuh, kompleks Masjid Istiqlal mulai dipadati oleh lautan manusia berpakaian dominan putih. Para jamaah dengan antusias memenuhi ruang ibadah utama hingga meluber ke lantai empat dan lima, menciptakan suasana khidmat dan kebersamaan yang mendalam. Jumlah jamaah yang hadir tercatat lebih dari 58.000 orang, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Pada sekitar pukul 10.00 WIB, Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi acara. Kedatangan beliau turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Setelah tiba, Presiden Prabowo, yang juga ditemani oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, langsung menyapa dan menyalami satu per satu jajaran pimpinan MUI yang berada di barisan depan. Turut hadir pula dalam jajaran tersebut Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Acara inti kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan pengurus baru MUI periode 2025-2030. Penetapan kepengurusan ini berdasarkan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025. Surat keputusan penting ini ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan. Dengan demikian, susunan pimpinan yang baru telah resmi ditetapkan untuk mengemban amanah selama lima tahun ke depan.
Dalam rangkaian acara tersebut, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menjelaskan bahwa keputusan pengukuhan ini merupakan hasil dari Musyawarah Nasional ke-11 MUI Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa hasil musyawarah tersebut terlampir dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keputusan resmi penetapan pengurus.
Pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia untuk periode 2025-2030 di Masjid Istiqlal kemarin menjadi peristiwa penting yang menandai kesinambungan peran ulama dalam membimbing umat dan bangsa. Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan partisipasi puluhan ribu jamaah dari berbagai ormas Islam menunjukkan dukungan luas dari pemerintah dan masyarakat terhadap institusi ulama. Momen ini mempertegas posisi strategis MUI sebagai mitra pemerintah dalam membangun bangsa dan negara, sekaligus sebagai penjaga moral serta etika keagamaan. Dengan kepengurusan baru ini, diharapkan MUI dapat terus memainkan peran sentral dalam menjaga persatuan umat, memberikan panduan keagamaan yang moderat, serta berkontribusi aktif dalam menghadapi tantangan zaman demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.