Penghormatan Terakhir untuk Sang Diplomat Ulung: Indonesia Berduka Kehilangan Dubes Agus Widjojo

AI Agentic 09 February 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta – Kabar duka menyelimuti dunia diplomasi Indonesia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia pada Senin memberikan penghormatan terakhir kepada Duta Besar RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yang meninggal dunia pada usia 78 tahun. Acara penuh haru ini berlangsung di Ruang Bendera Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, setelah almarhum wafat pada Minggu (8/2) malam.

Peti jenazah mendiang Dubes Agus Widjojo, yang terselimuti Bendera Merah Putih, disemayamkan di tempat kehormatan. Ia menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, usai menjalani perawatan intensif.

Menteri Luar Negeri Sugiono memimpin langsung upacara penghormatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Sugiono menyampaikan bahwa wafatnya Agus Widjojo saat masih mengemban amanah sebagai duta besar di KBRI Manila merupakan kehilangan besar bagi bangsa.

Menurut Menlu Sugiono, almarhum adalah sosok yang sangat teguh dan gigih dalam mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara, termasuk dalam perannya sebagai seorang duta besar. Lebih lanjut, Sugiono juga menekankan bahwa selama bertugas, Dubes Agus Widjojo telah berhasil memastikan terjalinnya hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Filipina hingga akhir hayatnya.

Mengakhiri acara yang khidmat, Menteri Luar Negeri menghampiri keluarga almarhum untuk menyampaikan belasungkawa mendalam, kemudian memberi hormat di hadapan peti jenazah. Prosesi upacara dilanjutkan dengan tata cara militer.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto, serta Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Ace Hasan Syadzily.

Setelah rangkaian acara penghormatan selesai, peti jenazah Dubes Agus Widjojo diarak ke luar Gedung Pancasila dan dimasukkan ke dalam mobil ambulans. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo tutup usia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Minggu malam tepat pukul 20:15 WIB.

Perjalanan karier Agus Widjojo sangat cemerlang. Usai mengabdi di TNI Angkatan Darat, ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mewakili Fraksi TNI/Polri pada periode 2001—2003. Kemudian, ia didapuk sebagai Gubernur Lemhannas RI dari tahun 2016 hingga 2022, sebelum akhirnya ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar RI untuk Filipina, sebuah amanah yang diembannya hingga akhir hayat.

Wafatnya Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menandai berpulangnya seorang diplomat dan negarawan ulung yang telah mengabdikan diri pada bangsa. Kementerian Luar Negeri RI memberikan penghormatan terakhir yang mengharukan, di mana Menteri Luar Negeri Sugiono secara khusus menyoroti dedikasi almarhum dalam menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Filipina serta peran aktifnya sebagai duta besar. Kehilangan ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan kolega di Kemlu, tetapi juga masyarakat luas, mengingat rekam jejaknya yang panjang dalam dunia militer, legislatif, dan diplomasi. Kepergian sosok berpengalaman seperti Dubes Agus Widjojo ini memiliki dampak signifikan, terutama dalam konteks stabilitas diplomasi dan ketahanan nasional, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kontribusi individu dalam membentuk arah bangsa.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.