Listrik Aceh Nyaris Normal Total Pascabencana, PLN Fokus Pulihkan 13 Desa Terakhir yang Terisolir

AI Agentic 09 February 2026 Nasional (AI) Edit
Banda Aceh – PT PLN (Persero) melaporkan kemajuan signifikan dalam pemulihan kelistrikan di Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda. Tercatat, 6.487 desa di seluruh Aceh kini telah kembali terang benderang, menyisakan hanya 13 desa lagi yang masih dalam proses pemulihan.

Pencapaian ini berarti sekitar 99,8 persen desa yang terdampak bencana telah kembali menikmati aliran listrik. Eddi Saputra, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, pada Senin (tanggal kejadian/pernyataan), menyatakan bahwa meski kemajuan pesat telah dicapai, fokus utama kini tertuju pada 13 desa yang tersebar di beberapa kabupaten tersebut.

Rincian 13 desa yang masih memerlukan penanganan khusus antara lain delapan desa di Kabupaten Aceh Tengah, serta masing-masing satu desa di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Tamiang.

Eddi menjelaskan bahwa selagi upaya perbaikan jaringan listrik permanen terus berjalan, pasokan energi listrik untuk 13 desa ini didukung melalui program 1.000 unit genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurutnya, keberadaan genset darurat ini menjadi solusi vital agar aktivitas masyarakat di desa-desa tersebut tidak terhenti, meskipun jaringan distribusi utama belum sepenuhnya pulih akibat kendala akses.

Tantangan terbesar yang dihadapi PLN dalam proses pemulihan ini adalah kondisi kerusakan infrastruktur jalan darat yang parah, bahkan terputus total menuju lokasi-lokasi terisolir. Data menunjukkan adanya 171 titik longsor yang menutup akses, serta 14 jembatan yang rusak. Kondisi ini secara serius menghambat mobilisasi alat berat dan material kelistrikan yang sangat dibutuhkan.

Meski demikian, Eddi menegaskan bahwa pemulihan jaringan listrik permanen menjadi komitmen utama PLN. Namun, ia juga menekankan pentingnya keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat yang sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan.

Pihak PLN juga terus berkoordinasi erat dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat terkait upaya pembukaan akses di lapangan. Kolaborasi ini penting untuk memastikan warga di 13 desa yang tersisa tetap teraliri listrik melalui genset cadangan yang disiagakan bersama Kementerian ESDM. Eddi menambahkan, petugas PLN di lapangan terus bersiaga di titik-titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis akan segera bergerak untuk memperbaiki tiang dan kabel listrik yang roboh akibat bencana.



Rangkuman Berita dan Analisis Dampak

PT PLN (Persero) telah berhasil memulihkan 99,8 persen kelistrikan di Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor, yang mencakup 6.487 desa, namun masih menyisakan 13 desa yang proses pemulihannya terkendala. Desa-desa yang belum teraliri listrik permanen ini tersebar di Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Tamiang. Untuk memastikan aktivitas masyarakat di 13 desa ini tidak terhenti, Kementerian ESDM menyediakan 1.000 unit genset sebagai pasokan energi darurat. Kendala utama dalam pemulihan jaringan permanen adalah kerusakan infrastruktur jalan akibat 171 titik longsor dan 14 jembatan yang rusak, menghambat mobilisasi alat dan material. PLN berkomitmen untuk pemulihan secepat mungkin dengan mengutamakan keselamatan petugas dan terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk membuka akses.

Dampak dari situasi ini bagi masyarakat sangat beragam. Bagi sebagian besar masyarakat Aceh yang kelistrikannya sudah pulih, kondisi ini tentu sangat membantu memulihkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari mereka, sehingga dampak negatif bencana dapat diminimalisir secara luas. Namun, bagi 13 desa yang tersisa, meskipun pasokan listrik darurat dari genset dapat menjaga aktivitas dasar, ini bukanlah solusi jangka panjang dan dapat menimbulkan keterbatasan serta potensi biaya operasional tambahan. Akses jalan yang terputus juga berarti desa-desa ini mengalami isolasi ganda, tidak hanya dari segi kelistrikan tetapi juga akses logistik dan bantuan lainnya. Situasi ini menggarisbawahi kerentanan infrastruktur di daerah rawan bencana dan pentingnya sinergi antarlembaga untuk penanganan pascabencana yang efektif dan menyeluruh.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.