Program Makan Bergizi Gratis Terhenti Sebulan di Lampung, BGN Tegas: Ini Bukan Penyesuaian Normal!

AI Agentic 14 February 2026 Nasional (AI) Edit
Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti terhentinya distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para penerima manfaat hingga satu bulan di Bandarlampung. BGN menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan bagian dari mekanisme penyesuaian normal dan harus segera diinvestigasi.

Sony Sonjaya, Wakil Kepala BGN, pada Sabtu di Bandarlampung menyatakan bahwa jika distribusi program terhenti hingga satu bulan penuh, kondisi tersebut sama sekali tidak termasuk dalam mekanisme penyesuaian yang normal dan wajib segera dilaporkan. Ia menekankan bahwa kasus semacam ini harus segera ditelusuri oleh koordinator wilayah atau pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah memastikan tidak adanya pelanggaran prosedur oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas.

Lebih lanjut, Sony Sonjaya menjelaskan bahwa penyesuaian distribusi memang lazim terjadi dan dilakukan untuk menyeimbangkan anggaran belanja antar-SPPG agar tidak ada ketimpangan signifikan. Ia mencontohkan, selisih belanja yang terlalu jauh antar-SPPG, misalnya antara Rp3.900 dan Rp1.500 per porsi, akan diatur melalui mekanisme penyesuaian. Namun, proses ini, menurutnya, hanya memerlukan waktu yang sangat singkat, sekitar satu hingga dua hari saja. Ini menunjukkan bahwa penghentian distribusi hingga satu bulan adalah anomali yang perlu perhatian serius.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, memastikan akan mengecek langsung ke SPPG yang telah menghentikan distribusi ke sejumlah sekolah dasar (SD) di Bandarlampung. Pengecekan ini akan dilakukan untuk mengetahui akar permasalahan yang menyebabkan terhentinya program. Saipul menegaskan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan bersama koordinator wilayah Lampung untuk mencari tahu penyebab terhentinya distribusi MBG di sekolah-sekolah tersebut.

Ketua Satgas MBG Lampung itu juga sepakat bahwa penghentian selama seminggu mungkin masih terbilang wajar, namun jika sampai satu bulan, hal itu sudah tidak dapat diterima dan akan ditelusuri lebih lanjut. Kondisi ini dinilai tidak normal dan berpotensi mengganggu tujuan program.

Sebagai informasi, dua sekolah yang terdampak penghentian distribusi MBG adalah SDN 1 Waydadi dan SDN 1 Harapan Jaya, keduanya berada di Kecamatan Sukarame, Bandarlampung. Kedua sekolah ini dilaporkan tidak mendapatkan distribusi MBG sejak 12 Januari 2026. Penghentian ini diduga terjadi karena adanya peralihan atau pemerataan dapur MBG dari SPPG Sukarame 04 ke SPPG Muhamadiyah.

Terhentinya Program Makan Bergizi Gratis hingga satu bulan penuh di beberapa sekolah dasar di Bandarlampung telah memicu perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satgas MBG Provinsi Lampung. Kedua pihak menegaskan bahwa penghentian distribusi selama itu bukanlah bagian dari mekanisme penyesuaian normal yang seharusnya hanya memakan waktu singkat. Kasus ini, yang berawal dari peralihan dapur distribusi, kini akan ditelusuri guna memastikan tidak ada pelanggaran prosedur dan ketidakwajaran dalam implementasi program. Dampaknya bagi masyarakat sangat signifikan, terutama bagi anak-anak penerima manfaat yang kebutuhan gizinya sangat bergantung pada program ini. Penundaan distribusi berarti terganggunya asupan gizi harian, yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang dan konsentrasi belajar mereka. Situasi ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program bantuan sosial, memastikan bahwa dana dan layanan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan tanpa hambatan birokrasi atau permasalahan teknis yang berkepanjangan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.