Desa Jadi Kunci RI Tembus Ekonomi 8 Persen, Menko Muhaimin Beberkan Strategi Baru
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pemberdayaan desa adalah fondasi vital untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ambisius. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) dan Village Economic Talk di Jakarta, Sabtu.
Menurut Muhaimin, pentingnya peran desa dalam pembangunan nasional sudah menjadi konsensus lintas pemerintahan. Ia mengungkapkan bahwa setiap rezim dan pemerintahan selalu menyoroti desa karena tidak ada opsi lain. "Jika Indonesia ingin maju, maka harus dimulai dari desa," tegas Muhaimin.
Muhaimin menekankan bahwa pendekatan pemberdayaan merupakan strategi pembangunan nasional yang segar. Ia mengkritik bahwa selama ini, program pengentasan kemiskinan sering kali berjalan secara terpisah-pisah tanpa tata kelola yang menyeluruh. Akibatnya, target penurunan angka kemiskinan kerap tidak tercapai secara optimal.
Ia menjelaskan, dengan kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto kini membentuk "set up" baru, cara berpikir baru, strategi baru, dan pendekatan baru yang dimulai dari bawah dengan tata kelola yang lebih baik. "Inilah paradigma pemberdayaan yang saya lihat," ungkapnya.
Muhaimin juga menyampaikan optimismenya terhadap target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang disampaikan Presiden dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026. Ia mengingatkan, keberanian menetapkan target tinggi ini harus diimbangi dengan penguatan fondasi ekonomi yang kokoh, dimulai dari desa.
Lebih lanjut, Menko PM menekankan urgensi membangun ekosistem pembangunan yang utuh, tidak hanya parsial. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian tanpa kolaborasi erat dengan organisasi masyarakat dan pelaku usaha, seperti halnya APUDSI.
Beberapa langkah strategis yang didorong antara lain penguatan inkubasi usaha desa, peningkatan kapasitas pelaku usaha, fasilitasi akses permodalan, perluasan pasar melalui sistem omni-channel, serta ekspansi produk desa ke pasar global.
Selain itu, Muhaimin juga menyoroti pentingnya percepatan penguasaan teknologi guna mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing nasional. Ia secara jujur menyatakan, "Terus terang, dalam hal teknologi, kita harus mengejar berbagai ketertinggalan."
Menko Muhaimin menyampaikan komitmen Kemenko PM untuk terus berkolaborasi dengan APUDSI dalam membangun desa yang maju dan sejahtera, sebagai fondasi bagi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi. Ia menyerukan, "Mari kita teruskan langkah-langkah strategis ini bagi terwujudnya desa yang maju, desa yang sejahtera, Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera."
Secara keseluruhan, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti peran sentral desa sebagai pilar utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen. Strategi ini menekankan pendekatan pemberdayaan yang komprehensif dari bawah, berbeda dengan program sebelumnya yang dinilai parsial, serta menyerukan kolaborasi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Langkah-langkah konkret seperti inkubasi usaha, akses modal, dan penguasaan teknologi menjadi fokus. Bagi masyarakat, kebijakan ini berpotensi membawa dampak positif berupa pemerataan pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan di tingkat lokal, dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus memberdayakan komunitas desa agar lebih mandiri dan berdaya saing. Namun, keberhasilan implementasi program ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, alokasi sumber daya yang memadai, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.