Gerakan Kolaborasi Tiga Kementerian: KPM Purworejo Digandeng Koperasi Desa Merah Putih Menuju Mandiri Ekonomi
Purworejo – Tiga kementerian kunci, yakni Kementerian Koperasi, Kementerian Sosial, dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), bersama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo, resmi memulai babak baru dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Peluncuran program kolaborasi ini melibatkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Dukuhrejo dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan penerima bantuan sembako, dengan tujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dalam pernyataannya di Purworejo akhir pekan lalu, menegaskan peran strategis Kopdes Merah Putih. Menurutnya, koperasi desa ini akan menjadi instrumen vital untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk "naik kelas" secara bertahap menuju kesejahteraan dan keberdayaan. Ia menjelaskan, peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama lintas kementerian yang telah disepakati sebelumnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek percontohan pemerintah dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui wadah Kopdes atau Kelurahan Merah Putih. Kini, para KPM program Kementerian Sosial di Kabupaten Purworejo telah resmi menjadi anggota Kopdes Merah Putih Dukuhrejo. Harapannya, dengan menjadi anggota, mereka dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dan mencapai kemandirian ekonomi.
Menteri Ferry Juliantono juga menyoroti bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar tempat untuk menjual barang bersubsidi atau kebutuhan pokok. Lebih dari itu, koperasi ini akan diposisikan sebagai "offtaker" atau penampung berbagai produk yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar. Ia mencontohkan, bantuan satu set lengkap ayam petelur dari Kementerian Sosial dan Japfa Comfeed Indonesia kepada KPM diharapkan dapat didistribusikan hasilnya, seperti telur, melalui Kopdes Merah Putih Dukuhrejo, sehingga warga memperoleh tambahan penghasilan.
Anggota Kopdes Merah Putih, lanjut Menteri Ferry Juliantono, juga akan merasakan beragam manfaat, termasuk Sisa Hasil Usaha (SHU) dari proses bisnis yang dikelola koperasi. Ini berarti, secara bertahap, mereka akan mendapatkan tambahan pendapatan di setiap akhir periode. Ia berharap, keanggotaan dalam koperasi desa ini akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi para KPM.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih merupakan salah satu instrumen efektif dalam skema program percepatan pengentasan kemiskinan. Ia menjelaskan, Kementerian Sosial memiliki tugas untuk mendorong agar penerima manfaat dan berbagai bantuan sosial dapat menjadi anggota Kopdes atau Kelurahan Merah Putih, dan Purworejo menjadi salah satu lokasi uji coba.
Menteri Sosial menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Sosial, dan BP Taskin untuk terus diperkuat guna mengurangi jumlah masyarakat miskin. Ia juga mendorong semua pihak untuk terlibat aktif dalam pemutakhiran data KPM bantuan sosial, mengingat data sosial dapat berubah dengan cepat. Ia berharap, melalui sinergi ini, jumlah masyarakat miskin ekstrem di Purworejo dapat terus berkurang dan mereka menjadi lebih mandiri dan berdaya pada tahun 2026. Ia menambahkan, tahun lalu sudah ada 1.000 KPM yang berhasil "wisuda graduasi" dari program Kemensos, dan tahun depan ditargetkan menjadi 3.000 KPM yang mandiri.
Secara khusus, Menteri Sosial mengarahkan agar KPM PKH yang berada pada usia produktif diarahkan untuk masuk dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Ia menegaskan bahwa bantuan sosial dari pemerintah bersifat sementara dan bertujuan sebagai jaring pengaman, sementara koperasi akan membantu masyarakat miskin untuk bangkit dan mandiri, selaras dengan arahan Presiden.
Sementara itu, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan adalah agenda prioritas nasional. Ia mengajak seluruh pihak untuk menautkan program lintas sektor agar saling menguatkan, termasuk program Kopdes/Kel Merah Putih, dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Ia menambahkan, BP Taskin tengah merumuskan pendekatan program-program yang bersifat anti-inflasi agar seluruh program kementerian dan lembaga dapat saling terhubung dan bangsa ini terlepas dari jerat kemiskinan ekstrem.
Acara peluncuran kolaborasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari, serta Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono. Menteri Ferry Juliantono pun berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk memastikan operasionalisasi Kopdes Merah Putih Dukuhrejo berjalan baik dan konsisten, serta mengapresiasi sinergi antara Kementerian Sosial dan BP Taskin.
Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan tidak hanya sekadar membantu keluarga pra-sejahtera keluar dari jerat kemiskinan, tetapi juga secara fundamental memperkuat ekosistem ekonomi desa. Dengan menjadikan koperasi sebagai pusat penggerak produktivitas dan kemandirian warga, program ini berpotensi besar untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem, khususnya di tingkat desa. Dampaknya bagi masyarakat diharapkan sangat signifikan, di mana KPM tidak lagi hanya bergantung pada bantuan sosial semata, melainkan didorong untuk menjadi pelaku ekonomi aktif, memiliki pendapatan berkelanjutan melalui koperasi, dan pada akhirnya mampu "naik kelas" menjadi keluarga yang mandiri dan berdaya saing secara ekonomi. Ini akan mengubah paradigma bantuan menjadi pemberdayaan, mendorong semangat kewirausahaan lokal, dan membangun fondasi ekonomi desa yang lebih tangguh dari bawah.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.