Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memegang peranan strategis sebagai pintu masuk pengakuan insinyur di Indonesia. Pengakuan ini, menurut Ilham, diwujudkan melalui penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang selaras dengan kebutuhan industri. Penegasan tersebut disampaikan Ilham dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis, ketika ia turut memberikan penghargaan kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Ilham menjelaskan bahwa Kemenaker berperan penting dalam memastikan SKKNI di bidang teknik sesuai dengan tuntutan pasar kerja, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). "Kemenaker-lah yang memastikan standar kompetensi kerja (SKKNI) di bidang teknik sejalan dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, PII mengelola Sertifikasi Insinyur Profesional (SIP) berdasarkan UU Keinsinyuran (UU Nomor 11 Tahun 2014). Sehingga sinergi antara PII dengan Kemenaker sangat penting guna memastikan bahwa sertifikat kompetensi bernilai tinggi di pasar kerja nasional dan internasional," tegas Ilham. Penghargaan Honorary Fellow dari ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) yang diserahkan kepada Wamenaker Afriansyah Noor, menandakan kontribusi nyata Afriansyah dalam pengembangan keinsinyuran dan peningkatan kualitas SDM di kawasan ASEAN. Afriansyah mengapresiasi penghargaan tersebut, mengungkapkan banyak diskusinya dengan PII mengenai peningkatan kapasitas SDM melalui program pemagangan, vokasi, hingga sertifikasi BNSP.
Senada dengan Ilham, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut menekankan pentingnya kolaborasi antara Kemenaker dan PII. Kolaborasi ini dianggap krusial untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional melalui penguatan kapasitas insinyur Indonesia. "Kolaborasi antara PII dengan Kemenaker ini penting seperti melalui pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi, sehingga produktivitas secara nasional meningkat," ujar Yassierli. Ia menambahkan bahwa Kemenaker telah berintervensi terhadap 1000 perusahaan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM-nya melalui berbagai program, termasuk pelatihan vokasi dan sertifikasi oleh BNSP, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghasilkan insinyur yang kompeten dan berdaya saing global.
Sumber:
Baca Selengkapnya