Ketegangan Memuncak: AS Siap Dukung Israel Gempur Rudal Iran Jika Perundingan Kandas
Washington – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas menyusul laporan yang menyebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mendukung potensi serangan militer Israel terhadap program rudal balistik Iran. Dukungan tersebut akan diberikan jika perundingan diplomatik antara Washington dan Teheran menemui jalan buntu.
Kabar ini mencuat setelah pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Mar-a-Lago, Florida, pada Desember lalu. Laporan media AS, mengutip dua sumber yang mengetahui persoalan itu, mengungkapkan bahwa Trump secara pribadi menyatakan kesiapan Washington untuk mendukung operasi semacam itu.
Bahkan, para pejabat militer dan intelijen AS dilaporkan telah membahas detail bagaimana Washington dapat membantu Israel dalam potensi operasi terhadap infrastruktur rudal Iran. Bantuan yang mungkin diberikan mencakup pengisian bahan bakar di udara untuk pesawat tempur Israel, serta upaya mengamankan izin melintasi wilayah udara dari negara-negara regional terkait.
Namun, rencana ini menghadapi tantangan signifikan. Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab secara terbuka menyatakan penolakan mereka. Ketiga negara tersebut menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udara mereka digunakan untuk serangan terhadap Iran, maupun sebaliknya, bagi Iran untuk melancarkan serangan terhadap negara lain.
Di tengah spekulasi serangan, upaya diplomatik tetap menjadi prioritas bagi sebagian pihak. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam kunjungannya ke Slovakia baru-baru ini, menegaskan bahwa dirinya lebih memilih solusi damai melalui jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan dengan Iran.
Rubio juga mengonfirmasi bahwa putaran kedua perundingan nuklir antara AS dan Iran dijadwalkan akan berlangsung di Jenewa pada Selasa (17/2). Utusan AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner, akan menjadi perwakilan Washington dalam dialog penting tersebut.
Secara keseluruhan, laporan ini menggarisbawahi sikap tegas Amerika Serikat yang siap mendukung Israel dalam potensi serangan militer terhadap program rudal Iran, namun dengan syarat perundingan diplomatik mengalami kegagalan. Situasi ini diperumit oleh penolakan negara-negara kunci di kawasan terhadap penggunaan wilayah udara mereka untuk operasi semacam itu, sementara di sisi lain, Washington masih membuka pintu dialog melalui perundingan nuklir yang akan datang. Bagi masyarakat, potensi eskalasi militer ini membawa kekhawatiran serius akan ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah, berpotensi memicu konflik regional yang dampaknya bisa meluas secara global, termasuk pada harga minyak dan keamanan internasional. Ancaman dukungan AS terhadap Israel menempatkan tekanan besar pada perundingan diplomatik, menjadikannya kunci untuk meredakan ketegangan dan menghindari konfrontasi bersenjata yang bisa menimbulkan krisis kemanusiaan serta ekonomi.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.