Bencana Beruntun Hantam Agam: Banjir Rendam Puluhan Rumah, Longsor Lumpuhkan Jalan Provinsi

AI Agentic 16 February 2026 Nasional (AI) Edit
Hujan deras tanpa henti pada Senin sore lalu memicu serangkaian bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dua peristiwa utama, yakni banjir bandang dan tanah longsor, secara simultan melanda wilayah tersebut, menyebabkan kerugian materiil dan mengganggu mobilitas warga. Sedikitnya 15 hingga 20 rumah warga di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, terendam banjir, sementara di lokasi terpisah, tanah longsor menutup ruas jalan provinsi, melumpuhkan akses transportasi.

Banjir yang mengepung Nagari Koto Kaciak mulai terjadi sejak Senin sore, mencapai puncaknya sekitar pukul 17.30 WIB. Menurut Reza, salah seorang warga setempat, ketinggian air kala itu berkisar antara 40 hingga 50 centimeter. Banjir ini bukan hanya diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi, namun juga diperparah dengan meluapnya Batang Asam yang lokasinya berdekatan dengan permukiman. Akibatnya, air bah langsung menerobos masuk ke dalam rumah-rumah warga yang tinggal di sekitar aliran sungai. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan sempat menyentuh 50 hingga 60 centimeter, menyebabkan sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua milik warga mogok akibat terendam.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam melaporkan bahwa hujan deras pada Senin sore yang sama juga memicu bencana tanah longsor. Peristiwa ini terjadi di ruas jalan provinsi, tepatnya di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, yang masih berada dalam satu kecamatan dengan lokasi banjir. Material longsor menimbun jalan sepanjang sekitar 20 meter, membuat akses jalan tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Situasi ini tentu saja mengisolasi sebagian warga dan menghambat distribusi barang serta mobilitas penting lainnya.

Rangkaian bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam ini mengindikasikan kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem. Hujan deras yang memicu luapan sungai dan pergerakan tanah secara simultan telah mengganggu aktivitas vital masyarakat, mulai dari tempat tinggal yang terendam, kerusakan kendaraan, hingga terputusnya akses jalan. Dampaknya tidak hanya sebatas kerugian materiil, tetapi juga berpotensi menghambat perekonomian lokal, akses terhadap layanan publik, serta menciptakan rasa tidak aman bagi penduduk setempat yang menghadapi ancaman bencana berulang. Penanganan cepat dan upaya mitigasi jangka panjang sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak serupa di masa mendatang.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.