Antisipasi Jutaan Pemudik, Kemenhub dan DKI Jakarta Matangkan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah melakukan koordinasi intensif. Pertemuan ini fokus membahas persiapan angkutan Lebaran 2026 demi memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan jutaan masyarakat yang akan mudik maupun balik.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu pusat pergerakan masyarakat terbesar secara nasional. Ia menjelaskan, sebagian besar pemudik nasional berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta, dengan tujuan favorit meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi krusial untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik.
Dengan potensi pergerakan yang sangat besar dari Ibu Kota, Menteri Dudy secara khusus meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyiapkan sejumlah dukungan penting demi kelancaran Angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Dukungan tersebut meliputi pembentukan Posko Pelayanan dan Monitoring Angkutan Lebaran 2026 yang bertugas memastikan kesiapan armada melalui pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check), kondisi simpul transportasi seperti terminal tipe A, serta kesehatan para awak kendaraan atau pengemudi. Selain itu, konsolidasi dan penyiapan program mudik gratis juga menjadi prioritas.
Menteri Perhubungan juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan akses dan layanan angkutan feeder. Harapannya, pemudik dapat dengan mudah menjangkau terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, terutama menuju titik-titik keberangkatan mudik gratis.
Aspek lain yang ditekankan adalah pengawasan, pengendalian, dan pengaturan rekayasa lalu lintas secara kondisional. Ini mencakup penempatan petugas keamanan di titik rawan kemacetan dan keramaian, pengawasan melalui CCTV, penyiapan jalur alternatif, serta memastikan kelancaran perjalanan pemudik. Tak kalah penting, penyediaan informasi mudik yang komprehensif dan sosialisasi keselamatan berkendara bagi pengguna kendaraan pribadi juga harus gencar dilakukan. Untuk menunjang kenyamanan, Menteri Dudy turut meminta penambahan fasilitas umum di simpul-simpul transportasi terpadat, seperti gerai makanan, bengkel kendaraan, hingga toilet portabel.
Proyeksi pergerakan angkutan Lebaran 2026 menunjukkan angka yang signifikan. Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, diperkirakan 3,67 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta (melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, Gerbang Tol Kalihurip Utama, dan Gerbang Tol Cikupa) selama periode H-10 hingga H+11 Lebaran. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan sekitar 259.000 kendaraan bergerak serentak.
Sementara itu, untuk arus balik, sekitar 3,54 juta kendaraan diperkirakan akan masuk kembali ke Jakarta (melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, Gerbang Tol Kalihurip, Gerbang Tol Ciawi, dan Gerbang Tol Cikupa) pada periode yang sama. Puncak arus balik diproyeksikan jatuh pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) dengan perkiraan 285.000 kendaraan.
Koordinasi awal antara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan jutaan pemudik Lebaran 2026 dari dan menuju Ibu Kota. Dengan fokus pada kesiapan infrastruktur, armada, sumber daya manusia, hingga rekayasa lalu lintas, langkah ini diharapkan mampu meminimalisir kemacetan, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta memastikan kenyamanan masyarakat. Upaya proaktif ini penting untuk menjamin kelancaran mobilitas warga, mengurangi potensi risiko kecelakaan, dan mendukung dinamika ekonomi daerah yang bergantung pada pergerakan musiman tersebut, sehingga pengalaman mudik yang aman dan nyaman dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.