Taruhan Besar di Timur Tengah: Trump Beri Batas 10 Hari untuk Perundingan Nuklir Iran
Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis (19/2) mengumumkan bahwa hasil perundingan nuklir antara AS dan Iran akan ditentukan dalam kurun waktu 10 hari ke depan. Pernyataan ini muncul di tengah memanasnya tensi antara kedua negara dan penguatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dalam pidatonya di pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" yang diselenggarakan di Washington DC, Trump menyiratkan bahwa periode tersebut bisa menjadi krusial. Ia menyebut publik akan mengetahui "dalam sekitar 10 hari ke depan" bagaimana nasib perundingan itu, bahkan menggambarkan Iran sebagai "titik panas saat ini."
Trump menjelaskan bahwa AS "mungkin harus mengambil langkah lebih jauh, atau mungkin tidak." Ia tidak menutup kemungkinan adanya kesepakatan, namun juga tidak mengesampingkan opsi lain jika diplomasi menemui jalan buntu. Menurutnya, mencapai kesepakatan yang bermakna dengan Iran selalu menjadi tantangan bertahun-tahun. Jika kesepakatan tersebut gagal terwujud, Trump memperingatkan bahwa "hal-hal buruk akan terjadi."
Sebelumnya, pada Rabu (18/2), Gedung Putih menyampaikan bahwa Teheran diperkirakan akan menyajikan rincian lebih lanjut mengenai posisi negosiasinya dalam beberapa pekan mendatang. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa diplomasi selalu menjadi opsi pertama Presiden Trump. Namun, Leavitt juga mengakui adanya "banyak alasan dan argumen yang dapat mendasari untuk melakukan serangan terhadap Iran."
Ketegangan ini semakin diperkuat oleh laporan sejumlah media pada Selasa (17/2) yang mengutip seorang penasihat Trump. Penasihat tersebut memperkirakan adanya "peluang 90 persen" bahwa serangan akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan jika perundingan gagal. Serangan AS, jika terjadi, bahkan bisa berupa operasi berskala besar yang berlangsung selama beberapa pekan.
Situasi ini menandai momen genting dalam hubungan AS-Iran, dengan batas waktu 10 hari yang diberikan Presiden Trump menyoroti urgensi penyelesaian konflik. Taruhan diplomatik dan militer yang sangat tinggi ini berpotensi memiliki dampak signifikan bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar global, menciptakan ketidakpastian yang bisa mempengaruhi harga energi dan keamanan regional jika kedua belah pihak gagal mencapai kesepahaman.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.